Politik Pemerintahan

Pilbup Malang Kian Panas, LADUB Laporkan 2 Akun FB ke Polisi

Malang (beritajatim.com) – Suasana panas memasuki hari terakhir kampanye Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Malang 2020 begitu terasa. Dua kubu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang saling serang.

Kubu HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto alias SANDI, melakukan serangan brutal kepada kubu Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono alias LADUB. Sedangkan kubu LADUB langsung membalas serangan dengan melaporkan kubu SANDI ke aparat penegak hukum Polres Malang.

Ada dua orang dari kubu SANDI yang dilaporkan kubu LADUB. Di antaranya dari Divisi Humas dan Media Centre Tim Kampanye SANDI, Abdul Qodir dan seorang simpatisan, Mahendra.

Laporan yang dilayangkan kubu LADUB sama-sama berawal dari unggahan di media sosial Facebook. LADUB merasa dirugikan atas unggahan Abdul Qodir dan Mahendra.

“Bahwa pada tanggal 27 November 2020 kami mendapatkan temuan berupa postingan yang diunggah melalui akun atas nama Chak Adeng (diduga akun milik Abdul Qodir) yang berbunyi ‘Untuk masyarakat Kabupaten Malang yang sudah lama merasa terzolimi oleh birokrat, jika ingin melihat ada mantan Sekda ditangkap KPK, tunggu setelah Pilkada usai. Berdasarkan LHP ini kami temukan, ada uang rakyat yang bertahun-tahun mengalir ke kantong pribadinya’,” kata Ketua Divisi Advokasi LADUB, Dahri Abdussalam, Sabtu (5/12/2020).

Dahri kemudian menjelaskan, soal postingan Abdul Qodir dan perkara unggahan Mahendra Milenial Utas. “Kamis 26 November melalui akun Facebook atas nama Mahendra Millenial Utas yang diberi keterangan TV Tewur rek, ‘Demokrasi Berbalut Listik’, delok en dewe ngala ngalai pilem horor dan diantaranya menampilkan dan menuduh ‘Bendahara Tim LADUB bersama purel???? Yang diberi tulisan Azis Radar’,” terangnya.

Dari kedua unggahan tersebut, Dahri menyebutkan memiliki kesamaan. Sama-sama mengandung informasi palsu alias hoaks dan bernada fitnah.

“Bahwa postingan tersebut merupakan berita bohong, informasi yang tidak benar dan tidak sesuai fakta. Bahkan cenderung bermuatan fitnah,” ungkap Dahri.

Dahri menambahkan, pihaknya sebagai tim hukum LADUB membawa permasalahan unggahan kedua akun tersebut ke Polres Malang karena ada dugaan melanggar UU ITE dan ujaran kebencian.

Sementara itu, Abdul Qodir yang akrab dipanggil Cak Adeng terkait pelaporan terhadap dirinya menegaskan, ada aksi otomatis ada reaksi. “Silakan saja tim hukum LADUB membuat lsporan. Itu kan hak mereka. Tapi kami ini bereaksi karena awal mulanya memang ada aksi yang dilakukan mereka (LADUB),” tegas Cak Adeng.

Cak Adeng juga mengaku tidak menuduh siapapun dan hanya memposting dari LHP. “Saya tidak menuduh siapapun. Saya hanya memposting bahwa dari LHP. Saya tidak tahu kalau itu (dilaporkan, red). Ya silakan saja dilaporkan. Kalau lapor ke Polres itu lucu, ini terkait Pilkada, kalau terkait Pilkada ya laporan ke Bawaslu. Kan lucu kalau laporan ke Polres. Tapi mereka punya hak untuk melaporkan, sebagai warga negara yang baik kita ikuti,” pungkas Cak Adeng. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar