Politik Pemerintahan

Picu Anjloknya Harga Gabah, Fraksi PKS Jombang Tolak Impor Beras

Anggota DPRD Jombang dari PKS, Mustofa Mansyur (kiri) dan Rohmad Abidin (kanan). [Foto/ist]

Jombang (beritajatim.com) – Penolakan terhadap rencana impor beras yang dilakukan pemerintah, terus bergulir. Kali ini, penolakan itu datang dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) DPRD Jombang. Mereka menolak impor beras, karena hal tersebut berdampak pada anjloknya harga gabah di tingkat petani.

Rohmad Abidin, dari Fraksi PKS DPRD Jombang menjelaskan, rencana kebijakan pemerintah melakukan impor beras sebanyak 1 juta hingga 1,5 juta ton pada 2021, sangat menyengsarakan petani. Apalagi, Kabupaten Jombang merupakan penunjang swasembada beras yang ada di Jawa Timur (Jatim). Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lufti, lanjut Abidin, telah melukai petani dengan rencana kebijakan tersebut.

Abidin menjelaskan, saat ini gabah kering panen (GKP) harganya jatuh dalam kisaran Rp 3.400 hingga Rp 3.500 per kilogram. Tahun-tahun sebelumnya harga selalu di atas Rp 4.000 per kilogram, bahkan pada 2020 lalu mencapai Rp 4.700 per kilogram.

Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020, seharusnya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk GKP di tingkat petani sebesar Rp 4.200 per kilogram. “Kami sudah turun ke petani untuk melakukan serap aspirasi. Hasilnya, para petani sangat dirugikan. Karena kebijakan tersebut berdampak pada anjloknya harga gabah. Saat ini harga gabah mentok di harga Rp3.400 sapai Rp 3.500 per kilogram,” ujar Cak Bidin, panggilan akrab Rohmad Abidin, Rabu (24/3/2021).

Oleh sebab itu, Ketua Komisi B DPRD Jombang ini juga mendesak pemerintah agar menghentikan rencana impor beras. Dia menyebut kebijakan tersebut jelas tidak berpihak kepada para petani. Apalagi saat ini petani sedang panen raya. Selain itu, di masa pandemi sektor pertanian tetap tumbuh positif.

“Sikap penolakan ini bukan hanya ditunjukkan oleh Fraksi PKS di daerah. Namun sejak awal telah disuarakan oleh wakil rakyat yang duduk di DPR-RI,” sambung politisi yang dikenal dekat dengan petani ini.

Cak Bidin juga menunggu sikap serupa ditunjukkan oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Karena sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah meminta agar beras impor tidak masuk Jatim.

“Gubernur Jatim telah meminta agar beras impor tidak diedarkan di Jawa Timur. Maka hal serupa kami harapkan juga disuarakan oleh Bupati Jombang. Karena Jombang merupakan penunjang swasembada beras di Jatim,” pungkas Rohmad Abidin. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar