Politik Pemerintahan

PI Petronas Masih Menjadi Mimpi Panjang ?

Haryono Abdul Bari saat membeberkan data hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan.

Sampang (beritajatim.com) – Rapat tim Panitia Kerja (Panja) DPRD Sampang, untuk mengenjot pengalihan Participating Interest (PI) Petronas sepertinya masih mimpi untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten. Sebab, menurut pengamat BUMD Sampang, Haryono Abdul Bari sekaligus mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut mengatakan, bahwa ada tiga item yang perlu diketahui saat memperjuangkan PI, diantaranya pasal 2 Permen ESDM tahun 2016, kedua legalitas BUMD dan ketiga masalah modal.

“Semestinya PI itu, bernegoisasi dengan pihak Petronas pada saat dulu, bukan sekarang. Pertama kali Petronas masuk ke Sampang di situlah PI, kalau sekarang mimpi karena kontrak lapangan pengembangan pengeboran Carigali itu masih 35 tahun lagi,” kata Haryono, Jumat (29/1/2021).

Pria yang akrab disapa Aba Yono ini juga menegaskan, meski Petronas mengalihakan PI dan legalitas BUMD telah diperbaiki sesuai dengan peraturan. Permodalan juga menjadi kunci utama untuk bisa mengelola PI.

“Dari mana modal yang akan digunakan BUMD, ini juga penting untuk dikaji, bukan lantas membabi buta tanpa membaca peraturan menteri yang sudah jelas menegaskan ‘Sejak’ disetujuinya Rencana pengembangan lapangan yang pertama kali akan diproduksi yang berada di daratan dan atau perairan lepas pantai sampai dengan 12 mil laut pada sauatu wilayah kerja, kontraktor wajib menawarkan PI kepada BUMD,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, Kamis (28/1/2021) kemarin, tim Panja melakukan rapat dengan menindaklanjuti hasil temuan BPK perwakilan Provinsi Jatim dengan melibatkan, SKK Migas, PT. PJU, PT.GSM, PT, PJSE, Kabag Perekonomian, Asisten Dua serta beberapa orang perwakilan dari Petronas meski melalui meeting zoom. Dalam rapat tersebut menghasilkan kesepakatan percepatan PI Petronas akan diproses Februari mendatang. “Hasil kesepakatan rapat akan kita masukan ke dalam rekomendasi Panja. jika nanti memang Februari belum ada kesepakatan maka rekomendasi ini akan kita naikan untuk membentuk Pansus,” tegas Agus Husnul Yakin, Ketua tim Panja DPRD Sampang.[sar/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar