Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

PHRI Magetan Bakal Dilibatkan dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Anak

Ilustrasi kekerasan seksual.

Magetan (beritajatim.com) – Dua dari delapan kasus kekerasan seksual pada anak yang ditangani Polres Magetan melibatkan hotel dan penginapan di wilayah Magetan. Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) setempat telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Wilayah Magetan untuk turut serta dalam upaya pencegahan.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala DPPKBPPPA Furiana Kartini. Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Magetan, instansi terkait, dalam upaya pencegahan. Mulai dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kementerian Agama, hingga unsur Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, serta unsur lain. Bahkan, turut menggandeng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk memfasilitasi koordinasi dengan PHRI.

“Ini penting ya. Karena dua TKP ada di hotel, setidaknya petugas resepsionis hotel bisa mengingatkan tamu yang membawa anak di bawah umur untuk menginap. Jika bukan keluarga maka harus segera diperingatkan, semisal begitu nanti teknis pencegahannya. Serta, perlu pengawasan juga,” kata Furi, Senin (1/8/2022)


Dia mengungkapkan, mereka bakal membentuk satuan tugas (satgas) untuk perlindungan perempuan dan anak. Fokusnya adalah untuk pencegahan dan penindakan. Sehingga, selain sosialisasi juga bakal ada penindakan bagi pelaku kekerasan seksual.

“Untuk kekerasan seksual pada anak masih ada delapan kasus. Sehingga, kami pastikan agar jumlah imi tidak bertambah. Meski ada satgas nanti kami.harap.kasus bisa berkurang dengan adanya kesadaran dari masyarakat. Seperti Yang kita tahu, upaya pencegahan kekerasan seksual bukan hanya tugas satgas,tapi kita semua, seluruh lapisan masyarakat,” kata Furi.

Dia meminta agar orang tua selalu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Sekaligus, kepedulian masyarakat di lingkungan yang sudah minim membuat kekerasan seksual pada anak bisa terjadi. Perhatian orang tua adalah hal yang penting untuk kondisi psikologis anak, sekaligus pelindung agar anak tidak terjerumus ke hal-hal negatif. Baik menjadi korban maupun pelaku.

“Bermain gadget akan meminimalisir komunikasi. Dampaknya buruk. Sehingga kami harap orang tua sebagai orang pertama yang ditemui anak tiap hari agar tidak main-main dalam memberikan perhatian,” katanya. [fiq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar