Politik Pemerintahan

Petani Kerap Gagal Panen karena Banjir, Bupati Lamongan Sidak Saluran Sambungrejo

Bupati Lamongan beserta rombongan saat melakukan sidak di saluran air, Desa Sambungrejo, Kecamatan Modo, Lamongan. (Foto: A. Thoriq Hidayatullah/beritajatim.com)

Lamongan (beritajatim.com) – Warga Desa Sambungrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan kerap mengeluhkan tanaman hasil buminya mengalami gagal panen lantaran diterjang banjir dari meluapnya air sungai Semarmendem saat curah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan setempat.

Untuk merespon keluhan itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi segera menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Sambungrejo, yang merupakan salah satu kawasan yang dilintasi saluran Sungai Semarmendem, Bojonegoro tersebut.

Menurut Bupati Yuhronur, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Desa Sambungrejo itu, salah satunya dengan berkoordinasi langsung dengan Pemkab Bojonegoro, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Tak cukup itu, orang nomor satu di Kabupaten Lamongan ini juga mengaku telah melakukan beberapa tindakan sesuai dengan kewenangan Pemkab Lamongan, di antaranya dengan cara melakukan perapian di pinggiran saluran Sungai Semarmendem.

Bupati Lamongan beserta rombongan saat melakukan sidak di saluran air, Desa Sambungrejo, Kecamatan Modo, Lamongan. (Foto: A. Thoriq Hidayatullah/beritajatim.com)

“Sudah dikoordinasikan. Semoga segera ada solusi. Dinormalisasi, dikeruk, ini menunggu izin dari BBWS Bengawan Solo. Nanti kalau sudah memperoleh izin, baru bisa dikeruk, walau belum dibuatkan pintu di Sungai Semarmendem, tapi minimal air yang di sini sudah tidak meluber ke sawah-sawah petani,” ujar Bupati Yuhronur kepada beritajatim.com, Kamis (12/1/2023).

Terkait perapian di pinggiran Sungai Semarmendem yang jadi kewenangan Pemkab Lamongan, sambung Bupati Yuhronur, perapian saluran tersebut dilakukan sepanjang 100 meter di Desa Sambungrejo oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan.

Bahkan, tegas Bupati Yuhronur, pada tahun 2023 ini juga direncanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan panjang kurang lebih 150 meter. Hal itu dilakukan untuk memperkuat saluran sungai di Desa Sambungrejo.

“Pokoknya mari kita ikhtiarkan bersama-sama. Semoga kedepannya tidak ada lagi gagal panen, panennya baik, lancar semuanya,” tandas Bupati yang akrab disapa Bupati YES itu.

Berdasarkan catatan dari beritajatim.com, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sering melakukan peninjauan dan blusukan ke beberapa titik di Kabupaten Lamongan menggunakan motor trail, tak terkecuali saat menjalankan agenda sidaknya ke Desa Sambungrejo ini. Pihaknya menaiki trail dari Babat menuju desa setempat.

Sebelumnya diketahui, Bupati Yuhronur juga rutin blusukan untuk meninjau pelaksanaan Gempur Saloka (Gerakan Bersih Lumpur Saluran dalam Kota) di Desa Bedahan, Kecamatan Babat.

Kegiatan rutinan itu dimaksudkan untuk memastikan pengecekan dan pembersihan sampah yang dibuang ke Kali Konang berjalan lancar. Dengan begitu, pompa air yang berada di kawasan itu tidak tersumbat dan terganggu operasionalnya karena tumpukan sampah, saat hujan deras mengguyur kawasan Babat dan sekitarnya. [riq/but]

 

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar