Politik Pemerintahan

Peserta Sosialisasi Tatap Muka Pilkada Dibatasi 50 Orang

Jember (beritajatim.com) – Sosialisasi tatap muka dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diperkenankan, namun ada pembatasan jumlah peserta. Para peserta juga diharuskan mematuhi protokol kesehatan di musim pandemi Covid-19.

“KPU tidak pernah tidak membolehkan tatap muka. Salah satu syarat untuk diselenggarakannya pemilihan kepala daerah adalah memperhatikan protokol kesehatan, termasuk sosialisasi tatap muka. Kalau sebelumnya, kita bisa mengumpulkan peserta tatap muka lebih dari seratus orang. Tapi karena ada protokol kesehatan, dibatasi maksimum 50 orang,” kata Andi Wasis, salah satu komisioner Komisi Pemilihan Umum Jember, Jumat (10/7/2020).

Ada banyak metode sosialisasi. “Ada tatap muka, sosialisasi via media sosial, sosialisasi pertunjukan, sosialisasi kreatif, yang melibatkan masyarakat banyak. Tapi kami masih beranggapan metode tatap muka paling terukur, karena apa yang kami sampaikan langsung didengar masyarakat,” kata Andi.

Namun, Andi mengingatkan, tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada tak hanya tergantung pada sosialisasi. “Ada banyak faktor, terutama terkait persiapan teknis kami sebagai penyelenggara pemilu,” katanya.

Persiapan yang berpengaruh terhadap partisipasi antara lain validitas data. “Kalau penyajian data bagus, sangat berpengaruh terhada partisipasi. Kalau data banyak yang ganda, itu justru mempengaruhi tingkat golput. Golput semakin tinggi,” kata Andi.

Target partisipasi yang ditentukan KPU RI adalah 77,5 persen. “Apa yang sudah kami kerjakan itu on the track. Bahkan sebelum kami masuk dalam tahapan pemilihan lanjutan, beberapa agenda capaian kami sudah maksimal. Yang terpenting kami memastikan kepada masyarakat bahwa pilkada benar-benar aman, karena mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat tak perlui takut terhadap pelaksanaan pemilihan di tengah pandemi Covid-19,” kata Andi. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar