Politik Pemerintahan

Peserta SKD di Ponorogo Akan Melahirkan Usai Melakukan Tes

Reni Tri Astuti harus pakai kursi roda usai melakukan tes SKD.(Foto : Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tekad yang kuat untuk mengabdi ke negara sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilakoni oleh Reni Tri Astuti. Perempuan asal Desa Sedah Kecamatan Jenangan itu melakoni tes Seleksi Komputensi Dasar (SKD) dalam keadaan hamil 9 bulan.

Tak ayal, dalam proses registrasi hingga melakukan tes SKD dilakukan dengan menggunakan kursi roda, dibantu oleh petugas medis yang jaga di lokasi tes SKD.

“Tadi malam ada reaksi diperut, keras dan sakit. Terus pagi tadi istri tak tanya siap tes CPNS, katanya siap, ya saya antar ke lokasi tes, Expotorium Unmuh Ponorogo,” kata Sugeng Riyadi, suami Reni Tri Astuti saat ditemui awak media di Puskesmas Jenangan, Senin (17/2/2020).

Saat tiba di lokasi, oleh panitia diperlakukan khusus, dimudahkan sampai pelaksanaan ujian tes selesai. Usai tes, kata Sugeng, istrinya disarankan oleh panitia diangkut dengan ambulan untuk dilarikan ke Puskesmas Jenangan. Dia menyebut, sesuai prediksi dari dokter kandungan, hari perkiraan lahir (HPL) tanggal 24 Februari nanti. “Jadi hari-hari ini saya jaga, siapa tahu HPLnya diluar predikasi,” katanya.

Sugeng menceritakan jika istrinya mampu menyelesaiakan soal tes SKD. Skor nilai yang didapat adalah 275 poin. Dia mendaftar untuk ahli pratama guru pendidikan agama Islam di SDN 3 Ngrupit Kecamatan Jenangan Ponorogo. Kata Sugeng, istrinya sudah mendaftar CPNS ini kedua kali. Yang pertama di Madiun pada tahun 2018 lalu, dan kedua di Ponorogo pada tahun ini.

“Belum memikirkan namanya siapa, yang penting persalinannya nanti berjalan normal dan diberi kemudahan,” katanya sembari menyebut jika istrinya ini hamil anak ketiganya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar