Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Peserta CPNS Ponorogo Gratis Rapid Tes, Begini Mekanismenya

Kepala BKPSDM Ponorogo Winarko Arief (foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Usai tahapan seleksi administrasi, perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) non guru di lingkup Pemkab Ponorogo mulai babak baru.

Peserta yang lolos seleksi administrasi, berhak maju untuk mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD). Ponorogo rencananya akan dilakukan di bulan Oktober, bertempat di Gedung Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Singodimedjo.

Pelaksanaan tes yang masih di masa pandemi Covid-19, ada syarat yang harus dilengkapi oleh peserta CPNS nantinya, supaya diperbolehkan masuk di tempat tes SKD. Syaratnya, peserta setidaknya sudah melaksanakan vaksinasi minimal satu kali. Kemudian peserta juga harus melakukan rapid tes atau PCR minimal sehari sebelum pelaksanaan tes.

“Tes yang dilakukan di masa pandemi ini, kami disurati dari Satgas Covid-19 Pusat, bahwa seluruh peserta harus vaksinasi minimal dosis pertama dan melakukan rapid tes atau PCR,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Winarko Arief, Senin (27/9/2021).

Untuk vaksinasi, kata Winarko peserta sudah melaksanakan. Pihaknya beberapa waktu lalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, untuk memberi slot bagi CPNS melakukan vaksinasi.

“Minggu ini mungkin dosis kedua untuk CPNS yang melakukan vaksinasi kerjasama BKPSDM dengan Dinkes. Kebanyakan peserta malah sudah melakukan vaksinasi,” ungkapnya.

Untuk rapid tes, peserta nanti tidak dikenakan biaya alias gratis. Semua peserta nantinya akan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah. Semula, kata Winarko rapid tesnya dilakukan di puskesmas-puskesmas di bumi reyog. Namun, hasil rapat terbaru diputuskan tempatnya di lokasi tes. Nantinya, diadakan 2 hari sekali. Dia mencontohkan, kalau tesnya hari Senin, rapidnya bisa dilakukan paginya sebelum masuk tes. Pada hari itu, juga dilakukan untuk peserta yang jadwal tesnya hari Selasa.

“Tesnya kan ada hari Minggunya, kasian nakesnya kalau minggu harusnya libur tatpi tetap masuk. Akhirnya dilakukan 2 hari sekali,” kata Winarko.

Bagi peserta yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes, masih diperbolehkan ikut tes SKD. Namun, peserta tersebut diletakkan diruangan khusus. Selain itu mereka juga akan diawasi khusus dari tenaga kesehatan (nakes).

“Yang terindikasi tetap ikut tes, akan ada ruangan sendiri. Mereka juga ada pengawasan khusus dari teman-teman nakes,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar