Politik Pemerintahan

Pesan Pj Bupati Sidoarjo pada 506 PNS Baru

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 506 PNS formasi tahun 2019 diambil sumpah/janji oleh Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (26/11/2020). Dari jumlah PNS baru tersebut diantaranya golongan III sebanyak 346 orang dan golongan II sebanyak 170 orang.

Sesuai dengan penerapan protokol kesehatan, pelaksanaan pengambilan sumpah dan janji dibagi empat tempat, Pendopo Delta Wibawa sebanyak 120 orang, SMPN 4 Sidoarjo 280 orang dan BKD 92 orang dan RSUD sebanyak 19 orang.

Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono berharap kepada ASN yang baru saja diambil sumpah dan janji agar betul-betul bekerja yang baik, tenaga yang masih segar jangan sampai terkontaminasi.

“Anda ini sekarang merupakan harapan masyarakat Sidoarjo, kami yang sudah senior ini harapan terbesar nanti di anda-anda semua agar bisa meningkatkan kinerja. Pada pimpinan yang didepan ini mengharap dengan betul kepada saudara semua, tenaga yang masih segar, tenaga yang tidak terkontaminasi, artinya internal saudara-saudara masih bisa dijaga,” kata Hudiyono.

Hudiyono menekankan sekali lagi, jangan main hitung-hitungan matematika, jangan main hitung-hitungan untung rugi. Biasanya orang yang sukses tidak main hitung-hitungan, kerjanya ikhlas.

“Saya minta kepada BKD pilih tim 10 PNS terbaik dari 506 orang ini, nanti kita jadikan tim kreator yang tugasnya membantu program-program pembangunan, saya akan menyeleksi sendiri,” tandas Cak Hud sapaan akrap Hudiyono.


Reformasi birokrasi yang pertama adalah aturan selalu diperbaiki, ia minta para PNS mampu menata hati, perintah pimpinan itu dijalankan. “Tantangan internal saudara di masa saat ini luar biasa. Kemudian tantangan eksternal, semua pimpinan memberikan tugas itu by target. Sekarang birokrasi banyak tantangan, ada ASN yang baru tiga bulan bisa dicopot karena tidak bisa menyesuaikan,” tegasnya.

Saat ini perubahan regulasi begitu cepat, tertinggal memahami regulasi akan jadi masalah. Dengan reformasi birokrasi semua pekerjaan harus bisa ditransformasikan dan transparan.

“Kalau ada ASN yang mengoperasionalkan komputer atau laptop saja tidak bisa, ya ini dipertanyakan. Solusinya, disekolahkan atau didiklatkan. Tantangan yang kedua, anda semua harus paham tentang teknologi informasi,” pungkasnya. [isa/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar