Politik Pemerintahan

Perumda Tirta Kanjuruhan Keluarkan Perubahan Tarif Air Minum

Malang (beritajatim.com) – Perusahaan Umum Daerah Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang melaksanakan penyesuaian tarif air minum, Minggu (23/5/2021). Hal itu setelah 11 tahun tidak ada perubahan. Hanya saja, penyesuaian tarif ini tidak berlaku bagi pelanggan kategori masyarakat berpenghasilan rendah alias MBR. Penyesuaian ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari Bupati Malang, HM Sanusi.

Perubahan tarif air minum bakal efektif berlaku mulai bulan depan atau Juni. “Tarif dasar air yang sejak tahun 2010 ditetapkan sebesar Rp 1.500 per meter kubik disesuaikan menjadi Rp 2.400 per meter kubik sesuai dengan perhitungan tarif dasar hasil Audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan tahun 2020. Tarif dasar tersebut diberlakukan bagi pelanggan rumah tangga A2 sampai dengan rumah tangga B, instansi pemerintah dan TNI-Polri.
Sedangkan untuk tarif rendah bagi pelanggan sosial umum dan sosial khusus, yang semula Rp 1.100 per meter kubik disesuaikan menjadi Rp 1.950 per meter kubik,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, Minggu (23/5/2021).

Syamsul menjelaskan, bagi pelanggan yang menggunakan air minum untuk mendukung kegiatan perekonomian, yaitu pelanggan niaga dan industri juga ditetapkan sesuai kebijakan yang berlaku. “Penyesuaian ini dalam rangka efisiensi pemakaian air, perlindungan air baku dan keadilan, struktur tarif air minum baru tersebut juga mengandung tarif progresif, serta dilaksanakan dalam periode 3 tahun, mulai tahun 2021 sampai dengan tahun 2023,” terangnya.

Syamsul melanjutkan, penyesuaian tarif ini masih sangat terjangkau bagi pelanggan. Penyesuaian tarif air minum telah melewati kajian dan perhitungan yang matang.

“Kenaikan tarif rata-rata bagi kelompok pelanggan yang membayar tarif dasar, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari atau 10 meter kubik adalah sebesar 1,69 persen dari tarif sebelumnya. Dan tergolong sangat terjangkau karena untuk pelanggan rumah tangga dengan pemakaian 10 meter kubik, pelanggan hanya perlu membayar harga air ditambah biaya jasa sebesar Rp 36.500 per bulan atau sebesar 1,19 persen dari upah minimum Kabupaten Malang. Sedangkan sesuai dengan ketentuan, batas maksimal sebesar 4 persen atau sebesar Rp 120.000 per bulan,” tegasnya.

Syamsul memastikan, penyesuaian tarif ini tidak berlaku bagi pelanggan MBR. Pelanggan MBR tetap membayar tarif rendah yang mengandung subsidi sebesar 37,5 persen dari tarif dasar.

“Bahkan, khusus untuk MBR yang benar-benar tidak mampu, kami telah memiliki program pemberian bantuan biaya pemakaian air gratis sebanyak 10 meter kubik per bulan. Demikian juga bagi pelanggan tempat keagamaan, kami telah memiliki program bantuan biaya pemakaian air gratis bagi yang memenuhi persyaratan dan ketentuan,” Syamsul mengakhiri. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar