Politik Pemerintahan

Pertumbuhan Warga Bojonegoro 10 Tahun Terakhir Sebanyak 91,66 Ribu Jiwa

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah penduduk sesuai dengan hasil survei penduduk 2020 (SP2020) di Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Jumlah peningkatan penduduk itu sebesar 91,66 ribu jiwa atau rata-rata 9,16 ribu jiwa setiap tahun.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, pada 2020 ini jumlah penduduk di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 1.301.635 jiwa pada September 2020. Dari jumlah tersebut rasio jenis kelamin laki-laki lebih besar dibandingkan dengan perempuan.

Perbandingannya, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 653.686 orang, atau 50,22 persen dari penduduk Kabupaten Bojonegoro. Sementara jumlah penduduk perempuan sebanyak 647.949 orang, atau 49,78 persen dari penduduk Kabupaten Bojonegoro. Sehingga dapat disimpulkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Bojonegoro sebesar 101, artinya terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro Firman Bastian mengatakan, meski jumlah penduduk laki-laki secara umum di Kabupaten Bojonegoro lebih banyak, namun di tingkat kecamatan tidak semua menunjukkan angka yang sama. Beberapa kecamatan menunjukkan jumlah kelamin perempuan lebih banyak dibanding laki-laki yang dinyatakan dengan rasio jenis kelamin kurang dari 100.

“Kecamatan tersebut antara lain Margomulyo, Bubulan, Temayang, Kedungadem, Bojonegoro, dan Kedewan. Rasio jenis kelamin tertinggi di Kecamatan Gondang dan terendah di Kecamatan Bojonegoro,” ujarnya, Senin (8/3/2021).

Sekadar diketahui, Sensus Penduduk merupakan amanat Undang-Undang No 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang dilaksanakan sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka nol (0). Sensus Penduduk 2020 (SP2020) merupakan sensus yang ketujuh. Keenam sensus sebelumnya dilakukan pada tahun 1961, 1971,1980, 1990, 2000, dan 2010 masih menggunakan metode tradisional.

Kali pertama dalam sejarah sensus penduduk di Indonesia, pelaksanaan SP2020 menggunakan metode kombinasi yaitu dengan menggunakan data administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sebagai basis data pelaksanaan SP2020. Hal ini dirancang dan dilaksanakan sebagai upaya untuk mewujudkan “Satu Data Kependudukan Indonesia”. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar