Politik Pemerintahan

Pertamina EP Asset 4 Sosialisasikan Protokoler Covid 19 Pemkab Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Menindaklanjuti arahan Bupati Bojonegoro terkait Protokoler Karyawan Operator Migas dari Luar Bojonegoro 338/1297/412.033/2020 tanggal 28 Maret 2020, Pertamina EP Asset 4 melakukan sosialisasi di internal perusahaan khususnya terhadap kegiatan pemboran yang sedang berlangsung di Cepu Field, Sumur KWG PWA01 Desa Trembes, Kecamatan Malo, Bojonegoro dan di Sukowati Field, Sumur SKW I003 di Bojonegoro.

“Perusahaan akan mendata pekerja lapangan yang berjumlah sekitar 130 orang beserta jadwal kerjanya untuk selanjutnya dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro untuk mengikuti arahan selanjutnya dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro”, ujar Legal & Relation Manager PT Pertamina EP Asset 4, Mohammad Ibnu Wardhana, Minggu (29/3/2020).

Sebelumnya, lanjut Ibnu, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro terkait dengan teknis tindak lanjut dari protokol yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Kami sangat memahami concern Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, maka dari itu kami melakukan sosialisasi ke pekerja dan operator yang saat ini masih bekerja di lapangan,” terangnya.

Dalam sosialisasi tersebut, lanjut Ibnu, ada imbauan dari para pekerja dan operator untuk mengikuti protokol pencegahan penyebaran Covid-19, baik dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro maupun protokol internal perusahaan.

Untuk pekerja dari luar Bojonegoro yang sudah berada di Bojonegoro namun belum sampai 14 hari, akan segera melapor ke Dinas Kesehatan Bojonegoro dan selanjutnya melakukan karantina mandiri.

“Kami sangat memahami kondisi darurat yang dihadapi oleh seluruh daerah di Indonesia ini, namun demikian kami juga berharap melalui upaya pencegahan yang maksimal, operasi kami tetap bisa berjalan,” jelasnya.

Selama pandemik virus covid-19 ini, lanjut dia, pihak perusahaan sudah menerapkan protokoler yang ditetapkan dalam rangka menjaga keseimbangan antara kegiatan operasi dengan aturan pemerintah pusat untuk menghindari penyebaran virus covid-19.

“Dan tentunya kami tetap akan mengikuti arahan Bupati Bojonegoro sebagai pemangku wilayah kabupaten, untuk itu kami menunggu arahan selanjutnya setelah besok kami sampaikan data-data yang dimaksud,” pungkas Ibnu.

Sebelumnya diketahui, usai adanya Pasien dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang ada di Desa Penganten Kecamatan Balen meninggal dunia, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengeluarkan beberapa surat edaran untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satunya adalah protokoler karyawan migas dari luar Bojonegoro. Dalam surat instruksi tersebut, Bupati mengeluarkan empat poin yang menjadi perhatian, yakni mulai 29 Maret 2020 karyawan yang berasal dari luar Kabupaten Bojonegoro dan kost atau tinggal sementara di Bojonegoro, berbaur dengan penduduk agar dipulangkan/ditugaskan bekerja dari tempat tinggal asalnya sampai dicabutnya status Kejadian Luar Biasa yang disampaikan oleh pemerintah.

Kedua, Bupati meminta ada pengecualian orang luar Bojonegoro yang melakukan aktivitas vital di operator migas dan telah lebih 14 hari (masa karantina) harus dibuktikan dengan surat keterangan sesuai dengan keprotokolan yang berlaku dan diawasi oleh Petugas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Poin ketiga, seluruh biaya pelaksanaan poin 1 dan 2 menjadi tanggung jawab pihak perusahaan. Poin keempat apabila instruksi tersebut tidak diindahkan oleh pihak perusahaan migas yang melakukan operasi di wilayah Bojonegoro maka akan ditindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar