Politik Pemerintahan

Pertahankan Level 1, Serbuan Vaksinasi di Lamongan Terus Digenjot

Dandim 0812 Lamongan Sidik Wiyono didampingi Rektor UNISLA Bambang Eko Muljono saat meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi.

Lamongan (beritajatim.com) – Kabupaten Lamongan tercatat sebagai kabupaten yang masuk PPKM Level 1, oleh karena itu, percepatan dalam pencapaian target 70 persen vaksinasi dosis pertama ini harus terus digenjot. Bahkan, percepatan vaksinasi dengan sasaran kelompok lansia juga ditarget mencapai setidaknya 60 persen.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Dandim 0812 Lamongan, Letkol Infantri Sidik Wiyono saat meninjau langsung pelaksanaan serbuan vaksinasi yang bertempat di Universitas Islam Lamongan (UNISLA), pada Rabu (15/9/2021).

“Serbuan vaksinasi kali ini merupakan kerjasama antara Kodim 0812 Lamongan dengan UNISLA. Vaksin yang telah kami siapkan hari ini adalah 2000 dosis, dengan sasaran mahasiswa UNISLA sendiri dan masyarakat sekitar yang belum divaksin. Selain itu, kami juga memberikan kuota untuk Fornasmala sebanyak 250 dan SMK 2 Lamongan sebanyak 200 dosis,” ungkap Sidik Wiyono.

Tak hanya itu, Sidik Wiyono juga menyampaikan, bahwa serbuan vaksinasi kali ini juga lebih memprioritaskan kepada kelompok Lansia. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan capaian vaksinasi 60 persen bagi Lansia di PPKM Level 1 ini.

“Hingga kemarin, sebanyak 21,53 persen Lansia di Lamongan sudah disuntik dosis pertama dan 14,28 persen Lansia sudah vaksin untuk dosis kedua. Kami terus berupaya mengejar target percepatan, bahkan bagi Lansia yang rumahnya jauh bisa nanti kita jemput untuk kemudian dilakukan vaksin di tempat,” terangnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Sidik Wiyono juga mengatakan, bahwa pihaknya sangat optimis bisa menggenjot target 23 ribu dosis vaksin tiap harinya di Lamongan. Hal itu dikarenakan, imbuh Sidik, Lamongan saat ini memiliki SDM yang cukup mumpuni dan telah dilakukan pembagian zonasi vaksinasi di tiap kecamatan. Sehingga pelaksanaan vaksin di Lamongan lebih terkontrol dan tertib.

“Demi mempertahankan posisi Level 1 ini, vaksinasi harus 70 persen kumulatif dan untuk lansia 60 persen. Karena kalau tidak kita massifkan, bisa saja kita kembali ke level 3. Kita harus optimis, karena itu juga berpengaruh terhadap keberlangsungan sosial masyarakat, termasuk pendidikan. Asalkan vaksinnya ada, maka segera langsung kita suntikkan, kita juga sudah melakukan pelatihan bagi 948 relawan desa,” tandasnya.

Dandim 0812 Lamongan Sidik Wiyono didampingi Rektor UNISLA Bambang Eko Muljono saat meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi.

Meski saat ini Lamongan Level 1, Sidik Wiyono terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan prokes secara ketat dan tetap waspada. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk saling bahu membahu dalam mensukseskan capaian vaksinasi ini.

“Level 1 ini kita jangan sampai lengah, semuanya harus divaksin, demi terciptanya Indonesia Sehat. Toh vaksin itu gratis, gak usah takut, vaksin itu aman dan halal. Alhamdulillah, total capaian vaksin di Lamongan terbanyak di Jatim. Terimakasih, ini berkat sinergitas dari kita semua dan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk divaksin,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor UNISLA, H Bambang Eko Muljono SH MHum mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pihak Kodim 0812 Lamongan. Berkat serbuan vaksinasi yang digelar hari ini, mahasiswa dan masyarakat Lamongan bisa terfasilitasi untuk mengikuti vaksin secara tertib dan terkendali.

“Kami berterimakasih kepada Kodim 0812 Lamongan, berkat kerjasama yang kita jalin, mahasiswa dan masyarakat bisa terfasilitasi. Selain itu, dengan adanya vaksinasi ini, UNISLA semakin siap untuk menghadapi perkuliahan tatap muka,” ujar Rektor yang akrab disapa Bambang tersebut.

Diketahui, sebanyak 5300 mahasiwa UNISLA akan mengawali perkuliahannya pada awal bulan Oktober mendatang. Terkait hal itu, Bambang mengaku, saat perkuliahan pertama digelar, pihaknya juga akan melakukan kegiatan tracing bagi seluruh mahasiswanya.

“Saat perkuliahan nanti, mahasiswa akan kita pastikan terinput dalam aplikasi PeduliLindungi. Kami wajibkan bagi seluruh mahasiswa untuk mengikuti vaksin, karena ini demi suksesnnya perkuliahan tatap muka. Alhamdulillah, semua dosen dan karyawan UNISLA sudah divaksin,” tuturnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan serbuan vaksinasi yang merupakan kerjasama antara Kodim 0812 Lamongan dan UNISLA kali ini, di antaranya telah melibatkan 15 tenaga dari Kodim, 7 tenaga kader, dan 10 mahasiswa UNISLA. Lalu, untuk tim screeningnya diambilkan dari mahasiswa UNISLA, serta tim penyuntik yang terdiri dari 4 tenaga dari kodim dan 10 tenaga dari UNISLA.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar