Politik Pemerintahan

Persoalkan Server KPU, Kubu Prabowo Dinilai Panik

Jakarta (beritajatim.com) – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Maruf Amin, Lukman Edy menuturkan bahwa upaya untuk terus menggiring opini bahwa pelaksanaan pemilihan presiden kali ini akan penuh kecurangan, sehingga menyebabkan paslon kubu 02 Prabowo Subianto Sandiaga Uno akan kalah, terus secara masif digaungkan.

Dari isu penggelembungan suara, penyebaran hasil survei bahwa elektabilitas Prabowo mengungguli Jokowi lewat survei abal abal, hingga terakhir memproduksi hoax terkait netralitas KPU dengan mengatakan adanya server KPU yang sudah disetting memenangkan Jokowi.

Menurut Lukman Edy, adanya hoax yang juga menyerang KPU, menjadi bukti bahwa kubu Prabowo-Sandiaga sebenarnya panik.

“Mereka sengaja mengada-ada bahwa pihaknya hanya kalah jika dicurangi. Padahal tanpa dicurangi pun mungkin mereka sudah kalah. Sehingga terciptalah konstruksi kecurangan atau dicurangi yang sengaja dibuat-buat oleh mereka,” kata Lukman Edy di Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Hal ini, lanjut Lukman Edy, telah terbaca oleh masyarakat. Sehingga sebenarnya baca anggota masyarakat tidak percaya dan setuju terhadap narasi yang dikembangkan paslon 02.

“Tambahan lagi, berbagai pihak telah melaporkan hoax yang diproduksi kubu paslon 02. Terakhir Polisi juga tengah memproses hoax server KPU ini,” ujar politisi PKB itu.

Ketimbang terus melontarkan hoax, Lukman berharap kubu paslon 02 mempersiapkan para pendukung Prabowo Sandiaga menerima kekalahan mereka pada pilpres 17 April mendatang.

“Tidak perlu mendorong-dorong people power atau mengerahkan emak-emak untuk menjaga TPS. Lebih baik beri penyadaran bahwa pilpres adalah ajang 5 tahunan dan perjuangan bisa dilanjutkan dengan mengawal kubu yang menang agar memerintah dengan baik,” tandasnya. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar