Politik Pemerintahan

Persempit Ruang Gerak Covid-19, Ini yang Dilakukan Pemkab Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk ‘mempersempit’ ruang gerak penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Bupati Mojokerto mengintensifkan agar seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Imbauan ini direalisasikan dengan gerakan kerja bakti dan penyemprotan disinfektan di lingkup Kantor Pemkab Mojokerto.

Instruksi tersebut diumumkan langsung oleh Bupati Pungkasiadi saat menghadiri acara Bulan Panutan Pajak PBB-P2 di Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
“Corona bisa kita lawan bersama dengan penerapan PHBS. Salah satunya dengan kerja bakti dan penyemprotan cairan disinfektan, yang akan kita awali di lingkup Kantor Pemkab Mojokerto mulai besok,” ungkapnya.

Selanjutnya, lanjut Pung (sapaan akrab, red), gerakan tersebut harus dilakukan di kantor kecamatan, desa, sekolah dan tempat lainnya mulai hari Kamis-Minggu. Pemkab Mojokerto juga sepakat untuk menjalankan lima protokol kesehatan terkait Covid-19. Yakni komunikasi, pengawasan perbatasan (berlaku bagi daerah tertentu), area pendidikan, dan tempat umum atau pelayanan publik.

Di lingkup instansi pemerintahan yang memikul tupoksi pelayanan publik, juga menginstruksikan agar lingkup tersebut menyediakan sarana lengkap Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Beberapa event dan kegiatan bersifat menyedot massa, dianjurkan untuk ditunda namun dengan koordinasi.
Untuk pengamanan lingkup pendidikan, Pemkab Mojokerto juga telah mengeluarkan imbauan ‘belajar di rumah’ bagi murid sekolah per tanggal 17 sampai 29 Maret 2020.

Namun, Bupati meminta anak-anak untuk membatasi diri berkegiatan di luar jika tidak mendesak. Seperti jalan-jalan dan rekreasi ke tempat wisata. Guna mengantisipasi hal tersebut, beberapa wana wisata dibawah naungan Pemkab Mojokerto juga telah ditutup sementara. Seperti Wana Wisata Air Panas Pasukan di Kecamatan Pacet dan Komplek Makam Troloyo di Kecamatan Trowulan.

“Bapak Ibu, tolong putra-putrinya dipantau di rumah, ditanyakan tugas-tugas yang diberikan guru. Karena sekarang bukan liburan sekolah, tapi belajar di rumah. Ini juga agar rantai penyebaran Covid-19 dapat terpotong. Jaga kebersihan, cuci tangan yang benar, nanti Dinkes akan bersinergi dengan Dinas Pertanian untuk penyemprotan disinfektan,” katanya.

Sebagai tambahan informasi terkait kegiatan bulan panutan PBB-P2, Bupati pada kesempatan tersebut terus mengingatkan kesadaran masyarakat agar tertib pajak.

“Tadi saya tanyakan berapa total keseluruhan pajak yang harus dibayarkan masyarakat pada pemerintah daerah, yaitu sebesar Rp 247.000.000. Pajak yang panjenengan setorkan ke daerah itu nantinya akan dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat berbentuk ADD, DD, BK Desa senilai kurang lebih Rp400 juta sampai Rp900 juta,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar