Politik Pemerintahan

Perpres Sudah Didok, Selingkar Wilis Kian Jadi Kenyataan

Kepala DPUPR Ponorogo Jamus Kunto (foto: Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Integrasi wilayah mataraman lewat Selingkar Wilis, yang beberapa tahun ini hanya menjadi wacana, kini kian akan menjadi kenyataan. Kepastian itu diperoleh, setelah Presiden Joko Widodo resmi mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di wilayah Jawa Timur salah satunya ya di Selingkar Wilis tersebut.

”Kami sering diajak rapat bersama perwakilan Kabupaten lainnya untuk merumuskan apapun kaitannya dari program Selingkar Wlisi ini oleh Pemprov Jatim,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ponorogo Jamus Kunto, Jumat (13/12/2019).

Dalam proyek tersebut, untuk Kabupaten yang akan dipersiapkan pastinya infrastruktur yakni jalan. Disepakati di awal bahwa yang masuk proyek itu minimal merupakan jalan Kabupaten. Kewenangan daerah yakni pada sisi trase dan geometrik jalan. Namun ada pengecualian untuk jalan yang belum tersambung. Namun rencananya akan dikonsep.

”Tentang jalan yang akan dilalui ini sudah disepakati 2 tahun lalu,” katanya.

jadi mengapa tidak ke pasar sumbro terus ke bendungan, menurut kesepakatan kemarin terlalu tinggi elevasinya jadi beberapa alternatif sudah dibuat yg mantap disesuaikan oleh elevasi jangan sampai terlalu tinggi atau terlalu rendah sudah sepakat.

mencatat mulai perbatasan Madiun, yakni Toyomarto – Gondowido – Kesugihan – Pulung – Suru- Ngadirojo – dan di Masaran yang merupakan perbatasan Trenggalek. Ponorogo, yang akan dilalui proyek tersebut, mulai dari dari perbatasan Madiun yakni di Toyomarto, Gondowido sampai ke tepi telaga. Kemudian keluar komplek telaga menuju ruas jalan Kabupaten Ngebel – Kesugihan. Perempatan pasar Kesugihan ke selatan menuju Pulung, sampai pasar pulung belok kiri ke arah Sooko.

Kemudian sampai perempatan Desa Suru belok ke kanan arah Ngadirojo. Nah, saat disitu pintasan ke daerah Masaran di Kabupaten Trenggalek. Jamus menyebut sengaja memang tidak sampai ke Pasar Sombro terus ke Bendungan Kabupaten Trenggalek. Karena sesuai kesepakatan, jalannya elevasinya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

”Untuk Ponorogo jalan yang dilewati proyek ini total sekitar 46 kilometer,” kata Jamus. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar