Politik Pemerintahan

Perkumpulan BPD Gresik Diharap Bantu Tangani Covid-19

Gresik (beritajatim.com)- Perkumpulan Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Gresik diharap membantu pemerintah daerah menangani kasus covid-19. Khususnya, pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) yang tidak terpantau atau serampangan.

Organisasi desa itu dianggap sangat mumpuni memantau serta membuat laporan warga yang terpapar covid berkolaborasi dengan pemerintah desa.

“Saya berharap organisasi baru ini jangan menjadi beban bagi penyelenggara pemerintah desa. Tapi, sebaliknya menjadi mitra strategis,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Rabu (4/8/2021).

Masih menurut Gus Yani, dalam bekerja menjalankan tugasnya, Kepala Desa dan BPD harus selalu bermusyawarah. Kades sebagai kepanjanan tangan pemerintah di desa, sedangkan BPD merupakan perwakilan masyarakat desa.

“Kalau kedua lembaga desa ini saling bersinergi, maka pembangunan untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat di desa segera terwujud,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menyatakan Kepala Desa dan BPD tidak ada bedanya. Dirinya, berharap agar keduanya bisa bekerjasama untuk mewujudkan pembangunan desa. Keduanya harus bermusyawarah dan bersinergi.

“Dalam penganggaran pembangunan misalnya, BPD harus berada dalam satu ruang untuk menyusun anggaran Pemerintahan di desa, sehingga anggaran yang tersusun bisa saling mendukung untuk kesuksesan pembangunan Gresik baru,” katanya.

Pada pengukuhan ini, Suyanto terpilih sebagai Ketua Umum Perkumpulan BPD masa bakti 2021-2026. Dia mengajak seluruh kepala Desa se-Kabupaten Gresik untuk bersama-sama membangun dan mensejahterahkan masyarakat desa.

“Insyaallah sinergitas ini akan lebih memberikan percepatan pembangunan di tingkat desa seluruh desa di Kabupaten Gresik,” tandasnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar