Politik Pemerintahan

Perketat Akses Masuk Mojokerto, PPST dan Gerbang Tol Penompo Jadi Posko Skrining Covid-19

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi bersama Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau langsung dua posko. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST) dan Gerbang Tol Penompo Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) difungsikan Pemkab Mojokerto sebagai Posko Skrining Corona Virus Disease (Covid-19). Posko-posko ini diintensifkan untuk memperketat akses keluar masuk wilayah demi mencegah penyebaran pandemi.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi bersama Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau langsung dua posko tersebut, Kamis (2/4/2020).

“Ini persiapan kita, paling tidak ada pendataan. Sebab warga yang datang dari luar wilayah cukup rentan (Covid-19) apalagi dari zona merah. Posko Skrining Covid-19 Polres Mojokerto yang ada di gerbang tol Penompo, kita khususkan yang dari arah luar kota,” ungkap Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

Untuk PPST di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, lanjut orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto, karena posisi aksesnya memang sudah dari barat yang dikelilingi zona merah maka mobil pribadi yang melintas akan didata. Posko akan dilengkapi dengan sarpras sesuai standar pencegahan Covid-19.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP menjelaskan, jika Posko Penompo akan terus bersiaga menjalankan tugas tersebut. Dari posko Penompo, para pengendara dari luar kota akan didata secara lengkap termasuk pemeriksaan dasar indikasi Covid-19 diantaranya pengecekan suhu tubuh.

“Karantina dan lockdown tidak akan digunakan oleh pemerintah. Hal tersebut tentunya akan mengundang para pemudik untuk tetap pulang kampung ke daerah asal mengikuti tradisi tahunan. Maka dari itu, Posko Skrining Covid-19 Polres Mojokerto di gerbang tol Penompo, akan terus memperketat pemeriksaan,” jelasnya.

Ini menyusul tidak ada istilah karantina dan lockdown dari pemerintah, sehingga diprediksi masyarakat nantinya akan tetap mudik. Sehingga siapapun yang datang harus didata. Termasuk ada yang dari zona merah, akan dilakukan pendataan. Setelah itu, lanjut Kapolres, pihaknya akan berkoordinasi dinas terkait.

“Yakni dengan pemdes dan kecamatan yang bersangkutan untuk diarahkan isolasi mandiri dulu. Pendataan kita mulai dari identitas dan indikasi. Posko terpadu skrining dan observasi ini sudah beroperasi sejak dua hari lalu,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar