Politik Pemerintahan

Perkara APK, Staf Kelurahan Krembangan Dianiaya Oknum Timses Caleg

Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah video tindak kekerasan terhadap staf Kelurahan Krembangan Utara, Rianda Harendino, mendadak viral pada Hari Jumat (15/2/2019). Informasi yang beredar, hal ini dipicu perkara Alat Peraga Kampanye (APK) milik Caleg DPRD Kota Surabaya.

Kejadian bermula ketika Rianda melihat di wilayah Kebalen Wetan ada APK (Alat Peraga Kampanye) salah satu Caleg DPRD Surabaya yang terlepas pengaitnya sehingga mengganggu pengguna jalan.

Bersama Satpol PP Kelurahan Krembangan Utara, Rianda lalu melepas spanduk tersebut agar tidak mengganggu pengguna jalan dan menyebabkan korban.

Sesampainya di Kantor Kelurahan, ternyata sudah seseorang yang merupakan warga Jl Kebalen Wetan VI/6, sekaligus Ketua RT 006/RW 007 Kelurahan Krembangan Utara.

Datang dengan hanya mengenakan kaos hijau dan sarung, tanpa alas kaki, dia mendamprat habis-habisan Riandra. Tak hanya itu, dia juga beberapa kali menampar staf kelurahan tersebut tanpa mau mendengar alasan maupun penjelasan dari korban.

Korban yang berusaha menjelaskan tentang aturan pemasangan spanduk dan poster Caleg DPRD Surabaya itu ditampar serta kerah bajunya dicengkeram dan tubuhnya didorong-dorong. Parahnya, meskipun tahu aksi ini direkam banyak orang, pelaku bukannya takut, malah makin menjadi.

Seorang ibu yang berusaha meredam emosi pelaku juga kena bentakan. “Meneng (Diam)!!!. Saya ini sudah gak bisa sabar Bu,” cetusnya dengan nada tinggi.

Beberapa kali pelaku juga menyebut korban dengan makian kata-kata kotor. “Kamu itu orang baru di sini (Kelurahan Krembangan Utara). Harusnya sukseskan Pemilu, jangan malah cari-cari masalah. Caleg saya sudah habis banyak ini ya, jangan kurang ajar!!!” bentak pelaku.

Kasatpol PP Irvan Widyanto mengaku sudah mendapatkan video tersebut. Pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk melaporkan kasus ini. “Kami memutuskan untuk membuat laporan ke polisi. Dalam video itu terlihat jelas, staf kami dianiaya oleh pelaku,” terangnya, Jumat (15/2/2019).

Irvan menambahkan, berdasar keterangan yang dihimpunnya, staf Kelurahan Krembangan Utara dan Satpol PP sudah sesuai prosedur untuk menurunkan poster dan spanduk yang berada di fasilitas umum, pepohonan maupun tiang listrik.

“Itu sudah ada aturannya. Sesuai aturan PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum), spanduk maupun poster tak boleh ada di pohon, tiang listrik dan fasilitas umum lainnya karena dikhawatirkan mengganggu. Apalagi ini alat pengaitnya terlepas sehingga APK menggantung di tengah jalan. Jadi kami sudah sesuai prosedur dalam kasus ini,” pungkasnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar