Politik Pemerintahan

Perkantoran Tetap Buka, Sekolah dan Pariwisata di Kabupaten Mojokerto Ditutup

Caption : Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemkab Mojokerto kembali menggelar rapat gugus tugas Covid-19 lanjutan di ruang rapat Satya Bina Karya, Pemkab Mojokerto. Hasilnya, para siswa di Kabupaten Mojokerto diminta untuk belajar di rumah mulai, Selasa (17/3/2020) besok.

Tak hanya para siswa, pariwisata di wilayah Kabupaten Mojokerto milik Pemkab Mojokerto juga ditutup. Seperti Wana Wisata Ubalan dan Wana Wisata Air Panas Pasukan di Kecamatan Pacet, pemandian air terjun Dlundung dan Pertirtaan Jolotundo di Kecamatan Trawas, Waduk Tanjungan di Kecamatan Kemlagi.

Serta Komplek Makam Troloyo di Kecamatan Trowulan. Sekolah dan pariwisata ditutup hingga 14 hari ke depan. Meski sekolah dan pariwisata di Kabupaten Mojokerto ditutup, namun perkantoran serta pelayanan di Kabupaten Mojokerto masih buka seperti biasa.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, rapat lanjutan untuk penanganan dan pencegahan virus corona di Kabupaten Mojokerto. “Dibuat sebuah kebijakan pemerintah, artinya dimulai dengan kegiatan riil. Cuci tangan, hand sanitizer harus ada di semua kantor,” ungkapnya, Senin (16/3/2020).

Masih kata Pung (sapaan akrab, red), sekolah dan pariwisata di Kabupaten Mojokerto ditutup karena untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Pung menghimbau agar masyarakat tak panik, jika bertemu warga yang sakit diminta untuk memakai masker namun jika tidak sakit tidak pakai masker.

“Ketemu yang sakit baru pakai masker, tidak sakit tidak pakai masker agar tidak panik. Sekolahan baru besok (libur, red) karena hari ini sosialisasi, besok belajar di rumah. Tidak libur, tidak rekreasi, 14 hari sesuai petunjuk untuk memutus rantai penyebaran. Alasannya untuk menghentikan penyebaran, petunjuknya seperti itu,” katanya.

Pariwisata khusus milik Pemkab Mojokerto ditutup, namun untuk milik swasta dihimbau untuk antisipasi penyebaran Covid-19. Di Kabupaten Mojokerto, tegas orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini, tidak ditemukan suspec Covid-19 atau orang dalam pantauan sampai saat ini.

“Event selama 14 hari ke depan, dipilah, dipilih yang menimbulkan suasana yang mendatangkan massa untuk tidak digelar, kalau wajar Insya Allah masih dilakukan. Pelayanan publik ada masukan seperti Dispendukcapil sampai jam 12 karena pelayanan masyarakat tetap diperhatikan,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar