Politik Pemerintahan

Perjuangan Peserta Jambore Anak dari Surabaya Tuai Empati Wawali Whisnu Sakti

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana tidak dapat menyembunyikan rasa haru terhadap peserta Jambore Anak Indonesia asal Surabaya. Dengan keterbatasan dan perhatian dari Pemerintah Kota Surabaya, para peserta ini bisa ikut ambil bagian dalam ajang yang digelar di Wonosalam Jombang, pekan lalu.

Pada Jumat (20/12/2019), politisi PDIP yang akrab disapa WS ini membuka pintu ruang kerjanya untuk menerima kehadiran para peserta didampingi perwakilan pihak Yayasan Himatun Ayat Kecamatan Tegalsari Surabaya.

“Saya baru menerima kabar tentang kendala yang mereka hadapi kemarin. Saya berempati atas upaya dan perjuangan untuk mewakili kota Surabaya,” kata WS yang digadang-gadang maju Pilwali Surabaya 2020, ketika dikonfirmasi.

Kehadiran peserta didampingi perwakilan Yayasan dan Ketua RW Kelurahan Kedungdoro disambut hangat oleh WS. Selain menceritakan pengalaman sewaktu mengikuti rangkaian Jambore, mereka juga berkeluh kesah atas minimnya perhatian Pemkot Surabaya.

“Saya memahami hal itu. Bukan Pemkot menutup mata. Terlebih agenda Bu Wali juga sangat padat. Namun, kedepan apa yang bisa pemkot bantu akan disupport,” terang pejabat pasangan Tri Rismaharini dalam Pilkada Surabaya 2015 ini.

Diketahui, kegiatan Jambore Anak Indonesia 2019 merupakan ajang berkelas nasional yang digelar di Bumi Perkemahan Cinta Alam Indonesia, Wonosalam, Jombang. Dalam ajang ini peserta asal Surabaya terlihat paling ‘merana’. Mereka sepi dukungan, termasuk dari Pemkot Surabaya.

“Ya! Kami berangkat dengan bekal 60 kaos polos. Diminta sablon sendiri. Kami tidak bisa tampil sebagaimana peserta dari daerah lain. Mohon maaf,” jelas salah seorang peserta dari Surabaya.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh aktivis Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Surabaya, Maria Rusalin. “Waktu itu sebelum berangkat memang sudah berkirim surat kepada Bu Wali. Namun sampai hari keberangkatan tidak ada perhatian,” kata dia.

Kegiatan Jambore Anak Indonesia 2019 ini diikuti oleh 1.536 anak asuh. Mereka berasal dari 38 Kota/Kabupaten se-Jawa Timur. Selain itu ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar