Politik Pemerintahan

Perintah Bawaslu Jatim Soal Penyelenggara dan Pengawas yang Dukung Calon Independen

Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur mendapat laporan adanya penyelenggara dan pengawas pemilihan kepala daerah yang masuk dalam berkas dukungan calon independen, yakni di Kabupaten Sidoarjo dan Jember.

Bawaslu Jatim tempo hari sudah berkoordinasi dengan 19 Bawaslu kabupaten dan kota. Purnomo Satriyo Pringgodigdo, Komisioner Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Jatim, menekankan kepada Bawaslu kabupaten dan kota soal penggunaan kartu tanda penduduk tanpa izin untuk kepentingan dukungan calon perseorangan.

“Barang ini sesungguhnya harus dilihat sebagai dugaan pelanggaran. Indikator awalnya adalah B5 KWK,” kata Purnomo. B5 KWK adalah formulir pernyataan pemilih yang mengoreksi berkas dukungan calon perorangan berdasarkan hasil verifikasi faktual.

“Kalau spesifik (dukungan calon independen dengan memasukkan nama) penyelenggara yang saya tahu sih baru Sidoarjo dan Jember,” tambah Purnomo. Dia meminta kepada Bawaslu kabupaten dan kota untuk segera menindaklanjuti. “Bahwa itu (dilihat) bukan sekadar kesalahan administrasi,” katanya.

Ada dua pasal yang setidaknya bisa dipakai, yakni pasal 185 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pilkada dan pasal 185A Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

“Pasal 185 terkait dengan keterangan yang tidak benar atau menggunakan identitas palsu. Sementara pasal 185A terkait dengan memalsukan data dukungan. Kedua pasal itu merupakan ketentuan pidana yang punya sanksi tidak hanya penjara, tapi juga denda,” kata Purnomo.

“Semua bentuk dugaan pelanggaran bisa ditindaklanjuti. Pertanyaannya adalah bagaimana cara membuktikan apakah ini pelanggaran atau bukan pelanggaran. Di situ kami butuh kerjasama masyarakat,” tambah Purnomo.

Sebagaimana diberitakan, PDI Perjuangan menemukan 20 nama anggota panitia pemungutan suara, satu orang anggota panitia pemilihan kecamatan, dan lima orang anggota panitia pengawas tingkat desa yang masuk di berkas dukungan untuk Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto. Faida sendiri saat ini masih menjabat bupati Jember. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar