Politik Pemerintahan

Peringati Kekejaman PKI, Bupati Magetan Gelar Upacara di Soco

Magetan (beritajatim.com) – Menandai peringatan hari Kesaktian Pancasila tahun 2019, personel Lanud Iswahjudi mendukung upacara hari kesaktian Pancasila. Yang diselenggarakan oleh Pemkab Magetan yang dilaksanakan di Desa Soco Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.

Upacara yang dihadiri oleh Bupati Magetan Suprawoto, Camat se Magetan, tokoh masyarakat serta forkompinda Magetan. Upacara ditandai pembacaan Ikrar kesetiaan terhadap Pancasila dan ditutup dengan peninjauan lubang kekejiaan PKI Muso tahun 1948.

Dipilih lokasi di Desa Soco Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan karena merupakan salah satu tempat saksi bisu  kekejaman PKI pada tahu 1948. Dikomandoi oleh Muso, partai yang berafiliasi denga  negara komunis Uni Soviet tersebut melakukan pemberontakan pertama setelah Indonesia merdeka.

”Banyak sejarah kelam yang dilakukan PKI di Magetan,” kata Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, Selasa (1/10/2019).

Di Desa Soco ada monumen yang terdapat dua sumur tua yang dijadikan tempat pembantaian oleh PKI. Ratusan korban pembunuhan keji yang dilakukan PKI ditimbun jadi satu di lubang sumur yang tak lebih dari satu meter persegi itu.

Di sumur tua itu ditemukan tak kurang dari 108 jenazah korban kebiadaban PKI. Sebanyak 78 orang diantaranya dapat dikenali, sementara sisanya tidak dikenal.

”Sumur-sumur tua yang tak terpakai di desa Soco memang dirancang oleh PKI sebagai tempat pembantaian massal sebelum melakukan pemberontakan,” katanya.

Beberapa nama korban yang menjadi korban pembantaian di Desa Soco adalah Bupati Magetan Sudibjo, Jaksa R Moerti, Muhammad Suhud (ayah mantan Ketua DPR/MPR, Kharis Suhud), Kapten Sumarno dan beberapa pejabat pemerintah serta tokoh masyarakat setempat termasuk KH Soelaiman Zuhdi Affandi, pimpinan Pondok Pesantren ath-Thohirin Mojopurno, Magetan.

Disamping itu ada gerbong Kereta Api Kertopati yang digunakan untuk mengangkut dan membuang jenasah, ke daerah Soco. Di samping sumur Tua Soco, di Madiun juga terdapat sumur tua lainnya sebagai kuburan massal. Yakni sumur tua Desa Bangsri, sumur tua Desa Cigrok, dan sumur tua Desa Kresek yang juga dibangun Monumen diatasnya.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar