Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Peringati HJKS ke-729, Wawali Armuji Ziarah Tokoh Babat Alas Surabaya

Armuji melakukan ziarah ke sejumlah makam dan petilasan tokoh yang berkontribusi dalam Babat Alas Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-729 Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji melakukan ziarah ke sejumlah makam dan petilasan tokoh yang berkontribusi dalam Babat Alas Surabaya di masa lampau.

Diantaranya, makam Eyang Yudo Kardono, Makam Sawunggaling dan Petilasan Joko Jumput.

Eyang Kudo Kardono pernah menumpas pemberontak kerajaan bernama Ra Kuti. keperkasaan dan keberanian Yudo Kardono makin terlihat saat mengalahkan Ra Kuti.

Karena keberhasilannya, Kudo Kardono mendapat hadiah tanah perdukan di Sungai Asin (kini menjadi daerah Kaliasin). Kemudian, dia mengembangkan kawasan bernama Tegal Bobot Sari atau yang kini menjadi Tegalsari.

Setelah berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat dan juru kunci di Makam Eyang Kudo Kardono, Cak Ji sapaan akrabnya bergerak menuju ke makam Sawunggaling di Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri.

Disambut sejumlah tokoh masyarakat dan paguyuban Sawunggaling secara hangat dengan dialog-dialog ringan. orang nomor dua di Kota Surabaya mendapatkan apresiasi dari rokoh masyarakat setempat.

“Ini baru pertama ada wakil kepala daerah yang datang tanpa diundang dalam acara resmi untuk mengingat tokoh babat alas suroboyo Raden Sawunggaling,” kata Tulus Warsito di Makam Sawunggaling, Selasa (31/5/2022).

Setelah berdoa di Makam Raden Sawunggaling, Cak Ji melanjutkan kunjungannya ke Petilasan Joko Jumput yang terletak diantara pertokoan di jalan Praban, kecamatan Bubutan.

Tampak puluhan warga disertai RT, RW setempat menyambut Cak Ji dengan gegap gempita. Cak Ji mengungkapkan bahwa yang dilakukan adalah bentuk penghormatan terhadap tokoh yang telah berpartisipasi dalam pembangunan surabaya mulai dulu kala.

“Uri-uri budaya itu penting di tengah kota metropolitan yang berkembang pesat. Kesadaran kita juga harus terjaga bahwa Surabaya ini mulai babat alas hingga sekarang dibangun dengan kerja keras,” kata Cak Ji.

Mantan Ketua DPRD Surabaya ini bakal mengupayakan agar tradisi ziarah tokoh babat alas Surabaya bisa menjadi rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya di tahun- tahun berikutnya untuk melanjutkan yang telah dilakukan pemimpin surabaya terdahulu.

“Di makam Eyang Yudo Kardono, Bu Risma telah menetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2014. Sekarang kita teruskan dengan melestarikan cagar budaya beserta tradisi yang hidup di tengah masyarakat sekitarnya,” tegas politisi kawakan PDIP Surabaya ini.

Ia menilai bahwa sejak dahulu hingga saat ini semangat gotong royong dan kesetaraan telah tertanam sebagai watak khas arek Suroboyo yang perlu di jaga.

“Terutama generasi muda harus tahu sejarah. Jangan melupakan nanti akan membuat kita tidak tahu arah,” pungkasnya.[asg/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar