Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Peringati Hardiknas dan Harkitnas, Ini Pesan Plt Bupati Probolinggo

Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko saat menjadi inspektur upacara.

Probolinggo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114 tahun 2022 secara bersamaan dalam satu upacara di Alun-Alun Kota Kraksaan, Jumat (20/5/2022). Upacara dilaksanakan dengan mengenakan baju adat.

Peringatan Hardiknas tahun 2022 ini mengambil tema “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”. Sementara peringatan Harkitnas ke-114 mengambil tema “Ayo Bangkit Bersama”.

Kegiatan diikuti oleh seluruh perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo serta siswa-siswi yang ada di wilayah Kecamatan Kraksaan. Menariknya, seluruh peserta upacara kompak mengenakan pakaian adat sebagai bentuk keberagaman yang ada di Indonesia.

“Alhamdulillah, kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan dengan merdeka belajar. Kurikulum Merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran,” kata Timbul Prihanjoko, Plt Bupati Probolinggo.

Menurut Plt Bupati Timbul, Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

Berkaitan dengan peringatan Harkitnas ke-114, Plt Bupati Timbul menegaskan bahwa tema yang diambil merupakan bentuk seruan agar semua bangkit bersama dari pandemi Covid-19 yang sudah melanda dua tahun terakhir.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini hendaknya tidak hanya dimaknai secara seremonial saja, tapi juga esensi sejarah di baliknya. Seratus empat belas tahun lalu, perhimpunan Boedi Oetomo meletakkan dasar-dasar kebangkitan nasional bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Plt Bupati Timbul menjelaskan Presiden Soekarno menetapkan lahirnya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sebagai Hari Kebangkitan Nasional dengan harapan rakyat Indonesia melalui momentum ini dapat mengumpulkan kekuatan bersatu melawan penjajah. Soekarno berharap penetapan Hari Kebangkitan Nasional bisa mencegah perpecahan. [tr/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar