Politik Pemerintahan

Pergantian Tahun Baru, Tempat Hiburan dan Wisata di Kabupaten Mojokerto Tidak Tutup

FGD yang digelar di Aula Gedung Wira Satya Sabhara Polres Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pergantian tahun baru 2021, tempat hiburan dan wisata di Kabupaten Mojokerto tidak ditutup namun dibatasi. Hal ini hasil Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Polres Mojokerto bersama pengusaha hotel, tempat wisata dan tempat karaoke.

Waka Polres Mojokerto, Kompol David Triyo Prasojo mengatakan, FGD digelar dalam rangka sinergitas pengusaha hotel, tempat wisata dan tempat karaoke dalam menjaga harkamtibmas menjelang tahun baru 2021 serta mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Hasil FGD, ada empat poin. Pemerintah tidak menutup tempat hiburan maupun tempat wisata akan tetapi dibatasi. Perlu diwaspadai adanya kerumunan massa di Mojokerto karena dapat menimbulkan cluster terbaru, tetap jaga diri dgn meningkatkan imun tubuh dan akan dilaksanakan jam malam sesuai dengan SE Bupati,” ungkapnya.

Masih kata Waka, dalam rangka tahun baru 2021 akan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto akan menerapkan jam malam mulai pukul 21.00 WIB. Selama di masa pandemi Covid-19, Polres Mojokerto menghimbau agar masyarakat bisa kurangi kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa.

“Terkait pengamanan pergantian tahun baru 2021, TNI/Polri siap melaksanakan tugas pokoknya termasuk akan melaksanakan Operasi Yustisi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kami harap kepada semua pelaku usaha agar mendukung upaya pemerintah dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Undang-undang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto, Achmad Samsul Bakrie mengatakan, dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) mencegah Covid 19 menjelang tahun baru 2021, pihaknya akan menggelar Patroli Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Operasi Yustisi Peningkatan Disiplin dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, evaluasi dan hasil kegiatan, patroli dan monev tempat wisata dengan sasaran tempat wisata. Jam malam diterapkan berdasarkan surat Edaran Gubernur jatim no 800/23604/118.5/2020 tanggal 21 Desember 2020,” ujarnya.

Yakni tentang Pelaksanaan Kegiatan Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada urusan kebudayaan dan pariwisata dalam rangka pencegahan dan penyebaran Covid-19. Pemerintah daerah dibantu Polres Mojokerto sudah melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat wisata Kabupaten Mojokerto.

“Terkait kesiapan menjelang pergantian tahun baru 2021, kepada pelaku usaha tempat wisata, hotel, restoran di Kabupaten Mojokerto harus menerapkan protokol kesehatan,” tambah Kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Raga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo.

Masih kata Amat, disepakati tidak ada pesta kembang api di Kabupaten Mojokerto. Sehingga pihaknya berharap pihak pengelola wisata agar selalu melakukan koordinasi dengan Disparpora dan mendukung upaya pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar