Politik Pemerintahan

Peresmian Pasar Legi Ponorogo Diwarnai Demo Pedagang

Pedagang menggelar demo saat peresmian Pasar Legi. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Peresmian Pasar Legi Ponorogo pada hari ini (9/2) diwarnai dengan aksi demo oleh puluhan pedagang. Para pedagang yang tergabung dalam forum komunikasi pedagang kios pasar legi itu melakukan aksi unjuk rasa di tengah-tengah acara peresmian. Mereka menuntut 44 kios yang diklaim hak mereka untuk dikembalikan.

“Tuntutan kami hanya satu, kembalikan hak kios kamikami, itu saja tidak ada yang lainnya,” kata Ketua Forum Komunikasi Pedagang Kios Pasar Legi, Setyo Eko Wahono, Selasa (9/2/2021).

Eko mengatakan dulu di pasar legi sebelum terbakar, ada 44 kios di lantai 1. Namun kini, dilantai 1 hanya tinggal 34 kios saja. Sebenarnya pihaknya menerima saja, jika 34 kios diberikan ke semua pemilik kios dan sisa pemilik akan menyesuaikan di zonasi dilantai 2 hingga 4. Kini malah hanya ada 21 kios yang ditawarkan Dispendagkum kepada   pihaknya.

“Karena dibangun baru, kios di lantai 1 tinggal 34 kios. Nah, kami pengen itu semua diberikan pada kami. Namun, dari Pemkab hanya memberikan 21 kios saja,” katanya.

Pemkab lewat Dispedagkum  beralasan 13 kios sisanya digunakan untuk perbankan sebanyak 5 kios, produk UMKM 4 kios, kantor pasar 1 kios, keamanan 1 kios  dan toko emas 2 kios. Sementara itu, Eko mengklaim sesuai dengan aturan kementerian perdagangan tahun 2019, fasilitas umum yang utama cuma 2. Yakni satu kios untuk keamanan dan satu kios untuk kantor pasar.

“Padahal di depan pasar yang baru ini sudah ada pos satpamnya, kan sudah bisa untuk keamanan,” katanya.

Dia menyebut dalam permasalahan ini, pihaknya sudah 6 kali mediasi dengan Pemkab namun hasilnya selalu deadlock. Pemilik kios pun memiliki bukti pemakaian tempat usaha ( BPTU), saat konsultasi dengan Kejaksaan Negeri. Menurutnya, BPTU itu mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan SK PNS.

“Jika tuntutan dari teman-teman ini tidak dipenuhi, maka akan kami perkarakan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” katanya.

Sementara itu Bupati Ipong Muchlissoni menyebut pihaknya sudah melakukan mediasi sebanyak 6 kali terkait permasalahan ini. Namun, selama itu hasilnya selalu deadlock. Sebab pedagang bersikukuh 34 kios yang ada dikembalikan ke mereka.

Dia memyebut jika dulu memang ada 43 kios. Tetapi karena ada pergeseran sempadan jalan, maka jumlah kios tidak sama seperti dulu. Jika pemilik kios di lantai 1 itu, tidak mau mengisi kios yang ada, maka mereka akan ditinggal.

“Silahkan menyuarakan pendapat, kalau tidak mau ya ditinggal. Karena akan segera dibuat surat keputusan untuk pengisian Pasar Legi ini,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar