Politik Pemerintahan

Percepatan Penanganan Bencana, BPBD Kabupaten Mojokerto Bentuk TRC PB

Posko TRC PB BPBD Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto membentuk Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB). TRC PB dibentuk untuk percepatan penanganan bencana hidrometerologi di Kabupaten Mojokerto.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, tugas TRC PB BPBD Kabupaten Mojokerto sesuai kebutuhan dalam penanganan bencana. “Tugasnya meliputi, kaji cepat di lokasi bencana, asessment dan evakuasi,” ungkapnya, Selasa (2/3/2021).

Masih kata Zaini, anggota TRC PB BPBD Kabupaten Mojokerto diambil dari dua sumber. Yakni anggota Relawan PB dan Agen Relawan PB Provinsi Jawa Timur yang masih aktif serta OPD terkait yang mempunyai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kebencanaan.

“PUPR, DLH, Perhutani, Tahura, PJT, BBWS Brantas dan BPBD serta para ahli di Bidang PB dan lainnya. Anggaran untuk operasional kegiatan TRC PB BPBD bersumber dari APBD tahun 2021 pada kegiatan pengembangan kapasitas TRC PB BPBD Kabupaten Mojokerto Tahun 2021,” katanya.

Setiap tahun, lanjut Zaini, diharapkan ada peningkatan karena ancaman bencana di Kabupaten Mojokerto cukup tinggi. Antara lain, banjir, longsor, banjir dan longsor (bangsor), puting beliung, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan (karhutla), pergerakan tanah, erupsi Gunung Welirang.

“Dengan dibentuknya TRC PB BPBD ini penanganan kaji cepat serta penanganan kejadian bencana dirasa ada peningkatan secara nyata. Namun dalam melaksanakan selalu bersinergi dengan lintas sektor karena PB bukan hanya urusan BPBD saja yakni dilaksanakan secara Pentahelik,” jelasnya.

Zaini mencontohkan, BPBD Kabupaten Mojokerto bersinergi dengan media dan Kodim 0815 untuk penanganan pohon tumbang. Sebanyak 13 buah gergaji ditempatkan di koramil yang ada potensi bencana. Dengan tujuan agar penanganan bencana pada masa tanggap darurat bisa cepat, tepat dan
masyarakat terselamatkan.

“Mudah-mudahan ke depan lebih mendapat perhatian karena petugas TRC PB BPBD Kabupaten Mojokerto merupakan unjung tombak dalam penanganan bencana. Dengan jam kerja 24 jam dan dua shif ditambah bila ada kejadian yang besar di luar jadwal tugas siap on call,” tegasnya. [tin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar