Politik Pemerintahan

Perbaikan Jembatan Selorejo Dau Tunggu Tahun Depan

Malang (beritajayim.com) – Rencana perbaikan Jembatan Selorejo di Kecamatan Dau oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, harus menunggu tahun depan atau 2021. Pasalnya, pembangunan kembali jembatan yang ambruk akibat diterjang air bah beberapa waktu lalu itu, membutuhkan anggaran Rp 900 juta.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq memegaskan, proyek jembatan Selorejo tidak bisa masuk dalam perubahan anggaran keuangan atau PAK tahun ini. Hal dikarenakan nilainya lebih dari Rp 200 juta.

“Kalau eksekusinya pasti tahun depan. Jembatan Selorejo itu anggarannya besar. Di PAK itu kalau anggarannya diatas 200 juta harus lelang. Kalau lelang itu tidak boleh terburu-buru. Sementara PAK ini kan waktunya mepet, hanya tiga bulan. Sedangkan proses lelang ini batas waktunya panjang. Sehingga di PAK itu program-programnya bersifat sporadis,” ungkap Zia, Selasa (11/8/2020).

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya ini melanjutkan, jika pembangunan jembatan Selorejo dipaksakan masuk PAK tahun ini, ada konsekuensi buruk yang bakal diterima Pemerintah Kabupaten Malang.

“Kan harus lelang. Kalau lelang tidak keburu, nanti jadi SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan, red). Kalau dipaksakan, kena BPK (Badan Pengaudit Keuangan, red),” terang Zia.

Zia mengakui, jembatan tersebut memang vital sebagai penunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Namun apa daya, kondisi saat ini memang tidak memungkinkan untuk dilakukan pembangunan jembatan itu.

“Komisi III kan memang mengawal. Jembatan ini memang vital, itu penghubung antar desa, kalau misal hanya 100 juta bisa PAK, tapi kalau nilainya diatas 200 juta itu dengan sangat terpaksa memang belum bisa. Meskipun itu untuk kemaslahatan masyarakat,” Zia menutup. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar