Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Perbaikan Jalan Lingkar Utara Lamongan Bakal Dimulai Tahun Ini, Anggaran Sudah Disiapkan

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Bupati YES).

Lamongan (beritajatim.com) – Pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) di Lamongan digadang-gadang bakal terealisasi pada tahun 2022 ini. Pasalnya, sisa lahan yang belum dibebaskan bakal segera diselesaikan beserta anggarannya.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Menurut Yuhronur, JLU tersebut masuk dalam program prioritas pembangunan Pemprov Jatim Tahun 2016.

Sedangkan untuk 30 persen sisa lahan yang belum dibebaskan, Yuhronur menyebut, telah dianggarkan oleh Pemkab Lamongan dengan dana sebesar Rp 49,5 miliar.

“Kita anggarkan tahun ini. Dan sisa tanah itu akan segera kita bebaskan untuk pembangunan jalan lingkar utara,” ujar Bupati Lamongan, yang akrab disapa Bupati YES tersebut kepada wartawan, Senin (18/4/2022).

Bupati YES menjelaskan, bahwa 70 persen lahan yang sudah dibebaskan sebelumnya telah ditangani oleh Pemerintah Pusat beserta anggarannya, termasuk Rencana Detail Desain atau Detailed Engineering Design (DED), karena JLU adalah proyek nasional.

“Jika pembebasan sudah tuntas semua, maka semua pembangunan jalan lingkar utara ini akan dikerjakan dan jadi tanggung jawab pemerintah pusat. Kita yang di daerah hanya membantu memperlancar pelaksanaan di lapangan. Mulai dari pengurukan, pemadatan, hingga pembangunan jalannya (bidang prasarana),” bebernya.

Tak hanya itu, Bupati YES mengklaim, jika Pemkab Lamongan selalu intens untuk melaporkan dan berkordinasi dengan BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Pelaksanaan Jalan Nasional).

Pihaknya memerinci, jika kebutuhan lahan yang direncanakan sebelumnya adalah seluas 29,5 hektar. Sampai saat ini, tambah Bupati YES, lahan yang sudah dibebaskan seluas 19,8 hektar, mulai Dusun Rejosari Deketwetan hingga Plosowahyu.

“Lahan yang belum dibebaskan seluas 9,7 hektar. Desain rencana jalan lingkar ini memiliki panjang sekitar 6,9 km, dengan lebar 28 meter dan lebar jalan utama 14 meter,” sambungnya.

Lebih lanjut, Bupati YES mengharapkan, pembangunan JLU ini akan segera terwujud lebih cepat untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas yang selama ini terjadi di jalan protokol Kabupaten Lamongan akibat dilalui oleh dua perlintasan jalur kereta api (double track).

“Sebenarnya pembangunan jalan lingkar ini semula direncanakan untuk dimulai pada 2015. Tapi karena ada kendala pembebasan tanah, maka masih perlu waktu lagi. Semoga pembebasan tanah yang tersisa bisa benar-benar beres di tahun ini,” tandasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar