Politik Pemerintahan

Perbaikan Data KPM Hambat Penyaluran Program Sembako

Kartu Penerima Manfaat (KPM)

Surabaya (beritajatim.com) – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sekarang disebut Program Sembako, sempat mengalami hambatan pada Maret hingga April 2021. Hal ini disebabkan banyak nama keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak akurat.

“Memang ada. Tapi sebenarnya bukan kendala. Seluruh Indonesia ditahan dulu. Sempat ada perbaikan data di Pusat Data Informasi (Pusdatin). Jadi, bukan hanya di Lumajang,” ujar Koordinator Program Sembako di Kabupaten Lumajang, Siti Khotijah melalui rilisnya kepada media, Senin (7/6/2021).

Program Sembako merupakan program bantuan sosial dari Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Ditjen PFM Kemensos). Bantuan senilai Rp 200 ribu itu ditransfer ke rekening KPM untuk dibelanjakan bahan pangan di e-warong. Dalam program ini, Kemensos bekerja sama dengan Bank Himbara.

Menurut penjelasan Siti, banyak nama KPM yang dinilai tidak masuk akal atau tidak meyakinkan oleh pihak bank.

Hal ini persis seperti yang dikeluhkan oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) ketika rapat bersama Komisi VIII DPR RI, beberapa waktu lalu.

Dalam rapat itu, Risma mengungkapkan bank menemukan nama para KPM yang dinilai aneh. Misalnya, ada nama KPM IT, NA70, dan THR. Padahal, namanya memang seperti itu.

Selain itu, pihak bank juga menemukan tanggal lahir yang keliru. Misalnya, KPM lahir pada tahun 2043 atau 2060.

“Iya memang benar. Maka dari itu, dilakukan perbaikan data secara serentak oleh Kemensos,” ujar Siti.

Selain nama KPM yang dinilai aneh, pihak bank juga tidak menerima nama KPM yang berbeda pengejaan namanya yang tertera di KTP, dengan di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). “Beda huruf i dan y saja tidak bisa,” tuturnya.

Ketika mencoba konfirmasi ke pihak Bank Himbara, hanya Bank Mandiri saja yang merespon. Namun, Bank Mandiri tampaknya tidak ingin terlalu mengomentari hal tersebut. Pada intinya, bank pelat merah itu mendukung penyaluran bansos.

“Bank Mandiri berkomitmen mendukung pemerintah dalam menyalurkan program bansos untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kami bekerja sama dengan Kemensos untuk mendapatkan data penerima bansos yang valid dan akurat, agar tepat sasaran dan berkesinambungan,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha, melalui pesan elektronik.

“Hal ini juga sesuai dengan bentuk kerja sama yang telah disepakati dengan Kemensos, di mana Bank Mandiri, dalam hal ini bertindak sebagai penyalur bansos berdasarkan data yang terverifikasi oleh Kemensos,” kata Rudi, menambahkan.

Siti menegaskan, beberapa KPM di Lumajang sudah bisa menerima bantuan Program Sembako lagi. Bantuan tersebut sudah kembali cair semenjak akhir April 2021. (tok/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar