Politik Pemerintahan

Perawatan Pasien Covid-19 di RS Bojonegoro Mulai Kondusif, Termasuk Klaim Pembiayaan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Para tenaga medis (nakes) di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan bagi pasien Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro mulai sedikit lega. Pasalnya, secara umum perawatan bagi pasien mulai kondusif, termasuk klaim pembiayaan juga sudah cair dan ketersediaan obat, oksigen dan APD cukup tersedia.

Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dr Ahmad Hernowo Wahyu Utomo saat melakukan rapat percepatan penanganan Covid-19 bersama dengan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat mengatakan, penanganan pasien Covid-19 mulai lancar sejak dua bulan terakhir.

“Dua bulan ini mulai lancar. Untuk pembiayaan sudah tidak ada masalah, sehingga saat ini fokusnya pengobatan untuk menekan angka kematian pasien Covid-19,” ujar dr Hernowo, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya, yang menjadi kendala dan ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 ini penuh karena adanya pasien rujukan dari daerah lain, seperti dari Kabupaten Tuban maupun Kabupaten Blora yang secara geografis menjadi kabupaten tetangga. “Pasien rujukan dari daerah lain yang menjadi kendala, sehingga masih dibuka tenda BNPB,” jelasnya.

Sedangkan sisi pembiayaan, klaim rumah sakit yang diterima per hari per pasien sebesar Rp5 juta. Jumlah tersebut untuk pasien yang sembuh maupun meninggal dunia. Selain klaim anggaran bagi pasien, sejumlah intensif bagi tenaga kesehatan juga sudah disalurkan kepada para penerima. “Untuk insentif bagi tenaga kesehatan juga sudah tersalurkan,” jelasnya.

Selain di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, sejumlah RSUD lain yang menjadi rujukan, sesuai laporan masing-masing direktur seperti RSUD Padangan maupun RSUD Sumberrejo juga secara umum berjalan lancar. Baik untuk ketersediaan obat, oksigen, APD, maupun kapasitas tempat tidur.

Seperti yang dikatakan Direktur RSUD Sumberrejo, Ratih Wulandari. Saat ini jumlah tempat tidur di RSUD Sumberrejo bagi pasien Covid-19 ada 42 tempat tidur dan terisi 29 pasien. Selain itu, ketersediaan oksigen, obat, APD cukup dan tersedia. “Klaim juga sudah cair sampai bulan Juni, intensif nakes juga sudah diberikan kepada nakes,” jelasnya.

Lain cerita bagi rumah sakit swasta yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Direktur RS Aisyah Kabupaten Bojonegoro Tommy mengatakan, klaim biaya kesehatan bagi pasien Covid-19 di Bulan Desember 2020, Februari hingga Mei 2021 belum ada pencairan. “Kami masih menunggu kabar baik, mudah-mudahan dari forum ini ada tindaklanjut,” ungkapnya.

Sementara di RS Aisyah, jumlah tempat tidur sebanyak 174 buah. Dari jumlah itu, alokasi untuk perawatan pasien Covid-19 sebanyak 70 tempat tidur dengan jumlah keterisian sebanyak 48 pasien per pagi tadi. “Saat ini juga tidak ada antrean di IGD. Dalam pekan ini sudah relatif terjadi penurunan penanganan,” pungkasnya. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar