Politik Pemerintahan

Masuki Hari Tenang

Penyebar Pamflet Provokatif di Pilkada Mojokerto Tertangkap

Pamflet yang ditemukan di Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto menerima laporan warga terkait adanya pamflet provokatif Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mojokerto. Pamflet tersebut disebar di Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin Asy’at membenarkan adanya laporan warga yang diterima Bawaslu Kabupaten Mojokerto pada, Sabtu (5/12/2020) tersebut. “Hari ini, ada yang laporan terkait peristiwa tersebut (pamflet provokatif) ke Bawaslu Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya.

Sesuai dengan prosedur, lanjut Aris, Bawaslu Kabupaten Mojokerto akan menindaklanjuti laporan terkait adanya penyebaran pamflet yang diduga merugikan pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Ikfina Fatmawati-Muhammad Al Barra. Aris menjelaskan, pelapor terkait hal tersebut atas nama pribadi.

“Yang bisa melapor pelanggaran Pilkada itu ada tiga, yakni WNI (Warga Negara Indonesia) yang terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap), paslon atau tim pemenangan dan pemantau pemilihan yang terakreditasi di KPU. Identitas pelapor untuk saat ini dirahasiakan, begitu juga terlapor,” katanya.

Masih kata Aris, penyebaran pamflet provokatif di Desa Gembongan tersebut diketahui masyarakat setempat. Terlapor dibawa ke balai desa setempat sebelumnya akhirnya di bawa Ke Polsek Gedeg setelah terjadi pertengkaran di lokasi kejadian.

“Laporan akan kami jadikan informasi awal dan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur yang ada. Soal pasal apa yang dilanggar, kita belum sampai ke sana. Yang pasti akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur,” tegasnya.

Sebelumnya, pamflet yang disebar di Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto tersebut berisi ajakan untuk tidak memilih salah satu paslon. Pamflet dengan isi ‘DINASTI KORUPTOR Hentikan !!! #TuhanBersamaKita’ tersebut secara langsung ditujukan untuk paslon nomor urut 1, Ikfina Fatmawati-Muhammad Al Barra.

Lantaran isi dalam pamflet tersebut dijelaskan terkait kronologi mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP) yang merupakan suami dari calon Bupati nomor urut 1, Ikfina Fahmawati tersandung kasus korupsi. Dalam pamflet juga lengkap dengan foto MKP memakai rompi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berwarna oranye. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar