Politik Pemerintahan

Banjir Masih Sambangi Warga Tempuran Mojokerto

Penyaring Sampah di DAM Avour Sungai Watudakon Dibuka

DAM Avour Sungai Watudakon Desa Ngingasrembyong, Kecil Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com)– Penyaring sampah di DAM Avour Sungai Watudakon Desa Ngingasrembyong, Kecil Sooko, Kabupaten Mojokerto dibuka paksa dengan menggunakan alat berat dari Perum Jasa Tirta (PJT), Jumat (8/1/2020) kemarin. Meski begitu, toh ternyata tidak membawa dampak yang berarti banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, penyaring sampah pada lapisan atas telah dibuka paksa dengan alat berat dari PJT. “Tapi ternyata tidak membawa dampak ya g berarti bagi banjir di Desa Tempuran,” ungkapnya, Sabtu (9/1/2021).

Masih kata Zaini, air sungai tetap meluber ke persawahan maupun perkampungan warga Desa Tempuran khususnya Dusun Bekucuk dan dusun Tempuran. Proyek DAM penyaring sampah dengan anggaran Rp10 milyar lebih pada tahun 2020 lalu bertujuan mengendalikan banjir Avour Sungai Watudakon gagal.

“Pembangunan tanggul dan normalisasi Avour Sungai Watudakon belum tuntas mulai wil Kabupaten Mojokerto yakni di Dusun Bekucuk sampai wilayah Kabupaten Jombang. Diperlukan pembangunan tanggul dari hulu sampai hilir, ini harus dibuatkan sumur resapan minimal air hujan bisa ditahan dulu, tidak langsung ke sungai,” katanya.

Zaini menjelaskan, drainase jalan Desa Tempuran juga harus dinormalkan karena pembangunan jalan cor lima bulan lalu mematikan saluran air yang sudah ada. Menurutnya, pembangunan jalan cor harus didahulukan saluran air atau dibangun secara bersamaan sehingga saluran air bisa berfungsi maksimal.

“Selain itu, kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke sungai juga harus ditumbuhkan. Kitab berharap, BBWS melanjutkan pembangunan tanggul di tahun 2021 sehingga banjir di Tempuran tidak menjadi banjir langganan. Untuk itu, kita akan gelar rakor penanganan banjir Tempuran,” ujarnya.

Rapat Koordinasi (Rakor) penangganan banjir Tempuran, tambah Zainul akan digelar pada, Selasa (12/1/2021) pekan depan di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidro di kantor BPBD Kabupaten Mojokerto. Rakor akan menghadirkan sejumlah pihak terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) dan PJR.

“Selasa, kami akan rakor di kantor. Kita akan hadirkan dari pihak BBWS, PJR, PURPR, Kepala Desa Tempuran dan Camat Sooko. Kami akan bahas masalah banjir yang terjadi di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko yang menjadi banjir langganan setiap tahun,” tegasnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar