Politik Pemerintahan

Penyaluran BLT-DD Tahap III di Kabupaten Sampang Tak Tuntas

Foto ilustrasi

Sampang (beritajatim.com) – Lantaran melewati batas jadwal penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Dana Desa (DD) yang jatuh tempo Juli 2020 kemarin, warga penerima manfaat yang berada di lima desa di Kabupaten Sampang, belum bisa menikmati BLT-DD tahap III.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD setempat, Moh Iqbal Fathoni mendesak semua pihak yang terlibat untuk bertanggungjawab membantu mempercepat pencairan, terlebih pihak bank sebagai penyalur.

“Seperti di Desa Jrengik belum bisa melakukan pencairan lantaran masa jabatan kadesnya sudah selesai. Sehingga DMPD sebagai leading sektor harus segera mungkin menyelesaikannya untuk mengisi kekosongan jabatan itu,” terangnya, Kamis (3/9/2020).

Desakan Ketua Pansus itu bukan tidak beralasan, sebab seharusnya pencairan BLT-DD yang semestinya selesai Juli 2020 lalu, justru hingga saat ini masih belum bisa dinikmati oleh warga.

“Sebenarnya kami sudah memberikan catatan kepada pihak bank BRI sebagai pihak penyalur, karena diawal sudah tidak beres, namun pihaknya tetap menyatakan kesanggupannya. Kan kasihan masyarakat yang berhak menerima bansos itu, ingin merasakannya,” katanya.

Terpisah, Kabid Bina Pemerintah Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, Suhanto membenarkan saat ini jabatan Kades di Desa Jrengik terjadi kekosongan. Namun begitu pihaknya menyatakan akan segera mungkin melakukan pengisian jabatan itu melalui status Penjabat (Pj).

“Kadesnya masih kosong. Tapi sekarang sudah diproses SK Pj-nya dan akan segera keluar,” singkatnya.

Sementara LM Dana, Bank BRI Cabang Sampang, Fahrur Rozi menyatakan, hingga saat ini masih tersisa tiga Desa yang masih belum bisa melakukan penyaluran di antaranya Desa Jrengik, Banyukapah, dan Tlambah. Menurutnya, belum disalurkannya untuk dua desa yakni Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung dan Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang lantaran terjadi miskomunikasi antara pihak Kecamatan dengan Desa. Sedangkan untuk Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik masih menunggu pengisian status penjabat kades karena di desa tersebut terjadi kekosongan jabatan kades.

“Dari sisa lima desa, kemarin empat desa kami realisasikan, ternyata dua desa masih belum siap karena terjadi miskomunikasi dari pihak Kecamatan ke desa. Sehingga kami pun harus menjadwal kembali penyalurannya,” tandasnya. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar