Politik Pemerintahan

Penurunan Ekonomi di Bojonegoro Tidak Begitu Signifikan

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah

Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengungkap bahwa pertumbuhan ekonomi seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur mengalami penurunan, namun bagi Kabupaten Bojonegoro penurunan terjadi tidak begitu signifikan.

“Pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro mengalami penurunan diangka -0,40 persen, atau urutan kedua se Jawa Timur,” ujar Anna Mu’awanah, Senin (12/4/2021).

Sehingga, kata dia, semua daerah berupaya memperbaiki sektor perekonomian, begitu pun Pemkab Bojonegoro berupaya melalui program pembangunan manusia, khususnya sektor pendidikan, kesehatan dan pengembangan program unggulan sesuai arahan dari Bappeda Provinsi.

Bupati menambahkan, usia harapan hidup di Bojonegoro mengalami kenaikan, yaitu diangka 71,56. Dengan begitu, lanjut dia, perlu adanya kesiapan SDM yang profesional dan pengembangan program unggulan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi.

Rencana program tersebut oleh Pemkab Bojonegoro dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD sebagai rencana kerja tahunan. Hal itu sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Proses penyusunan dokumen perencanaan tersebut dilakukan koordinasi antara Perangkat Daerah dan partisipasi stakeholder pembangunan melalui forum yang dinamakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang yang dimulai dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional.

RKPD Tahun 2022 ini lanjut Bupati, disusun sebagai bagian tahap ke empat Dokumen RPJPD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2005-2025. Tema Pembangunan Tahun 2022 adalah “Pemulihan Ekonomi dan Pelayanan Kesehatan, Perlindungan Sosial melalui Percepatan Konektivitas Infrastruktur yang Mantap”.

“Dengan demikian Musrenbang ini merupakan tahapan dalam rangka penyusunan rancangan akhir RKPD tahun 2022 yang akan diselaraskan dengan prioritas Nasional dan prioritas Provinsi Jawa timur,” ungkap bupati.

Dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro Tahun 2022, melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang di buka langsung oleh Bupati Bojonegoro.

Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Bojonegoro, tokoh masyarakat, tokoh agama, Perguruan Tinggi, dunia usaha, BUMD, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan dan perwakilan forum anak. Pada Rabu, (31/3/2021) di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro.

Kepala Bappeda Anwar Mukhtadlo mengatakan, dilaksanakannya Musrenbang dalah untuk merumuskan rancangan akhir RKPD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2022 berdasarkan rumusan Rencana kerja (Renja) perangkat daerah hasil Forum Perangkat Daerah.

Dengan tujuan antara lain untuk pembahasan prioritas Rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah hasil Forum Perangkat Daerah dengan mengacu pada Rancangan RKPD Tahun 2022 serta Pembahasan prioritas Program/Kegiatan/Sub Kegiatan yang diusulkan pembiayaannya melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan sumber pembiayaan lain yang sah. [lus/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar