Politik Pemerintahan

Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jember Terlalu Sedikit

Bupati hendy Siswanto, Wakil Bupati Firjaun Barlaman, dan pimpinan DPRD Jember. [foto: Sekretariat DPRD Jember]

Jember (beritajatim.com) – Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 2020 mengalami penurunan dibandingkan 2019. Namun Bupati Hendy Siswanto menyebut penurunan tersebut terlalu sedikit.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020 disebutkan, angka kematian ibu per 100 ribu kelahiran pada 2019 sebanyak 174 kasus. Turun menjadi 173 kasus pada 2020. Sementara angka kematian bayi per seribu kelahiran hidup pada 2019 sebesar 12,3 kasus lalu mengalami penurunan pada 2020 menjadi 9,22 kasus.

“Penurunannya (angka kematian ibu) sangat kecil sekali. Cuma satu (kasus). Kurang banyak menurut saya. Padahal itu justru krusial. Jember ini jumlah AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) banyak sekali,” kata Hendy.

Hendy menginginkan agar angka kematian ibu dan bayi menurun. “Semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) wajib terlibat dalam (menurunkan) AKI-AKB. Semua RT dan RW (Rukun Tetangga dan Rukun Warga) wajib,” katanya.

Kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Jember dipicu oleh beberapa faktor. “Penyebab tidak langsung dari angka kematian ibu dan angka kematian bayi adalah masalah gizi, anemia, hipertensi, kesadaran keluarga dan lainnya,” kata Hendy.

“Dalam upaya menurunkan AKI dan AKB serta menaikkan layanan kesehatan, dilakukan program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak dengan kegiatan upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak dan kegiatan jaminan persalinan,” kata Hendy saat berpidato membacakan nota pengantar LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2020, di gedung DPRD Jember, Selasa (14/4/2021) malam. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar