Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Penundaan Pemilu, Gus Hans: Ada yang Ingin Jokowi Tak ‘Husnul Khotimah’

Surabaya (beritajatim.com) – Politisi Golkar Jatim yang juga tokoh muda NU, KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) menegaskan, bahwa wacana penundaan Pemilu 2024 merupakan langkah yang mencederai demokrasi.

“Tidak ada alasan yang kuat untuk membenarkan wacana ini. Kita sudah pernah melakukan pilkada serentak di saat Covid-19 sedang tinggi-tingginya dan bisa berjalan dengan baik. Negara-negara seperti Amerika, Bolivia, Belarusia, Korsel dan Jepang juga melaksanakan pilpres di tengah pandemi,” ujarnya melalui rilis yang diterima beritajatim.com, Rabu (9/3/2022).

Dengan makin melandainya kasus Covid-19 dan jenis Omicron yang tidak seganas Delta, menurut Gus Hans, maka sudah tidak ada alasan lagi memanfaatkan isu pandemi untuk memuluskan misi yang mencederai demokrasi.

“Indonesia melimpah dengan orang-orang baik yang pantas dan mampu meneruskan hasil kerja Presiden Jokowi. Saya khawatir ada orang-orang yang sengaja menjatuhkan nama Jokowi agar tidak husnul khotimah dalam menjalankan amanatnya sebagai Presiden RI,” katanya.

Dia meminta masyarakat harus menyatukan sikap untuk melawan gerakan para ‘politisi kufur nikmat’ ini yang ingin memperpanjang masa jabatan presiden dengan mengabaikan semangat demokrasi. “Dengan penundaan pemilu, maka presiden, gubenur, bupati/walikota dan seluruh anggota DPR RI/provinsi dan kabupaten/kota akan menikmati perpanjangan masa jabatannya tanpa pemilu,” tuturnya.

“Jangan beri kesempatan kepada kelompok anti demokrasi untuk manggung hanya karena ulah dari segelintir elit saja. Pikiran para segelintir elit ini lebih berbahaya dari para penggerak khilafah,” pungkasnya. [tok/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar