Politik Pemerintahan

Penuhi Alun-alun Kota Mojokerto dengan Sepeda, Ratusan Kaum Milenial Dibubarkan

Mojokerto (beritajatim.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto bersama TNI/Polri membubarkan kerumunan massa di Alun-alun Kota Mojokerto, Sabtu (13/6/2020) malam. Ratusan massa yang didominasi oleh kaum milineal ini sedang melakukan kegiatan bersepeda angin.

Ratusan masyarakat ini berbondong-bondong memadati Alun-alun Kota Mojokerto sejak, pukul 18.00 WIB. Selain dari Kota Mojokerto, mereka datang dari wilayah Kabupaten Mojokerto. Melihat hal tersebut, petugas dengan menggunakan pengeras suara meminta kerumunan massa untuk membubarkan diri.

Mereka akhirnya mematuhi arahan dari petugas dan secara tertib membubarkan diri mulai meninggalkan kawasan Alun-alun Kota Mojokerto. Untuk menghindari kejadian serupa, petugas bakal menutup akses menuju Alun-alun dengan cara memblokade jalan juga tempat tempat lain yang menjadi lokasi kerumunan massa.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, pihaknya tidak melarang masyarakat melakukan kegiatan bersepeda, namun untuk membubarkan kerumunan massa yang dimungkinkan adanya penyebaran Covid-19. “Yang kita larang bukan bersepedanya, melainkan berkerumunnya,” ungkap, Minggu (14/6/2020).

Masih kata mantan Kabag Humas dan Protokol ini, pembubaran ini dilakukan karena status pandemi Covid-19 di Kota Mojokerto yang kian masif. Selain itu, Surat Edaran (SE) Wali Kota Mojokerto Nomor 4433/4026/417.309/202 terkait jam malam di fasilitas publik maupun jalan protokol di Kota Mojokerto secara umum belum dicabut.

“Sehingga kita bubarkan semalam. Sebaiknya masyarakat menahan diri sekaligus bisa membatasi aktivitas di luar rumah. Jangan sampai masyarakat salah persepsi adanya kajian New Normal Life sehingga bebas beraktivitas di tempat umum karena sebenarnya belum diperbolehkan berkerumun seperti itu,” katanya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya di Kota Mojokerto untuk tetap berada di rumah sembari menunggu perkembangan protokol kesehatan yang akan diterapkan pada masing-masing sektor. Pembubaran tersebut juga bertujuan sebagai upaya melindungi masyarakat dari potensi penyebaran virus corona.

“Ini kita lakukan sesuai dengan regulasi dan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah. Tidak hanya di Alun-alun, Benteng Pancasila, pasar kaget di Kelurahan Surodinawan juga akan kita blokade untuk menghalau adanya kerumunan massa demi  memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto,” tegasnya.

Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 13 Juni 2020, Orang Dalam Resiko (ODR) bertambah menjadi 4.118 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 559 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 11 orang, empat diantaranya meninggal. Sedangkan kasus pasien terkonfirmasi, bertambah menjadi 39 orang, empat orang di antaranya dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar