Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

PENS, Telkom, dan Kominfo Serahkan Modul Smart PJU ke Dishub Gresik

Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Telkom, dan Kominfo menyerahkan modul Smart PJU ke Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Rabu (14/9/2022).

“Modul PJU yang diserahkan ini merupakan Smart PJU, yang dapat dikontrol, berkomunikasi serta komputasi melalui dunia siber, atau dikenal dengan Cyber Physical System,” kata Wakil Direktur bidang Kerjasama dan Teknologi PENS Amang Sudarsono.

Perangkat PJU ini didukung oleh PT Telkom. Pengembangan Sumber Daya Manusianya disupport oleh Kementerian Kominfo melalui program TSA (Talent Scouting Academy) yang bekerja sama pula dengan PENS.

“Meski telah diserahkan kepada Dishub Gresik, bukan berarti program ini lantas terhenti. Kami masih punya beberapa pengembangan baik fitur maupun inovasi agar PJU dapat beroperasi lebih optimal,” jelas Amang.

Amang menyampaikan jika Smart PJU ini mendukung efisiensi energi melalui intensitas cahaya yang dihasilkan. Solar panel akan mengubah energi matahari untuk kemudian disimpan di baterai yang kemudian mensupport lampu jalan selama kurang lebih 12 jam/hari.

“PENS siap mendukung pengembangan teknologi Smart City di Kabupaten Gresik. Dan jika kami mendapat kesempatan lagi untuk berkolaborasi, kami masih ingin membenamkan beberapa kecerdasan pada modul PJU maupun modul lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Tata Kelola Prasarana Perhubungan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Arditra Risdiansah menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas hibah smart PJU ini. Karena selama ini untuk wilayah Kabupaten Gresik masih menggunakan PJU konvensional.

“Ini sejalan dengan program pengembangan Smart City yang telah disampaikan oleh Bupati Gresik. Dan, pasca diserahkan ini, kami akan langsung memulai proses instalasi modul di 6 titik di ruas Jalan Jaksa Agung Suprapto bersama tim dosen dan mahasiswa PENS,” kata Arditra.

Sebelumnya, Dishub juga telah memberikan layanan pembayaran parkir menggunakan QRIS dan rencananya juga akan mengembangkan pembayaran retribusi uji KIR menggunakan aplikasi dengan metode pembayaran non tunai.

“Kami akan terus melakukan pembenahan. Dan, untuk Smart PJU ini kami akan melakukan evaluasi berkala serta koordinasi berkelanjutan dengan PENS, karena kami berharap ke depannya pemasangan modul tidak hanya di 6 titik saja,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, jika 6 titik saja yang dipasang belum dapat secara optimal menurunkan biaya pemakaian daya listrik. Jika mungkin dapat diinstal 1 phase atau 1 deret dengan kisaran 30-40 titik tiap box panel, sehingga biaya pemakaian daya listrik dapat ditekan.

Tak hanya itu, Arditra juga berharap adanya kerjasama antara pihak penyedia jasa lampu dengan PT. TELKOM dalam hal pemakaian dashboard, agar dapat lebih efisien tidak hanya dalam operasionalnya saja namun juga dalam hal perawatannya. [ipl/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev