Politik Pemerintahan

Penjelasan Polresta Malang Kota Soal Larangan Mudik Tapi Boleh Sambang

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Malang(beritajatim.com) – Polresta Malang Kota akhirnya menjelaskan maksut dari larangan mudik bagi warga Kota Malang meski masuk dalam daerah aglomerasi atau rayon II di Jawa Timur. Warga memang dilarang mudik, tetapi jika ada keperluan sambang ke keluarga atau kerabat diperbolehkan.

Aglomerasi Malang atau rayon II. Meliputi, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Pasuruan hingga Probolinggo. Aturan larangan mudik kecuali urusan sambang atau silaturahmi ini berlaku sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, perbedaan mudik dan sambang adalah. Jika warga yang mudik identik dengan menginap berhari-hari. Sedangkan sambang hanyalah berkunjung, bersilaturahmi di momen suci Hari Raya Idul Fitri.

“Jadi tidak ada mudik, tapi kalau ibarat dia sambang, dari Malang Kabupaten ke Kota Malang, Kota Malang ke Kota Batu itu tidak ada masalah. Jadi jangan kita rancu dengan terminologi itu, kalau mudik kan dia menetap, berarti dia bisa berhari hari dan Berminggu-Minggu,” ujar Leonardus.

Leonardus mengungkapkan, untuk warga Kota Malang bila ingin sambang ke kawasan aglomerasi diperbolehkan asal tidak tujuan mudik. Sedangkan teknis pembeda antara mudik dan sambang tidak dirincikan secara jelas. Tetapi dia menegaslan teknisnya, telah disiapkan oleh personel Polresta Malang Kota di lapangan.

“Tapi kalau sambang ke orang tua kan siapa yang melarang, tidak ada masalah. Apalagi masih di zona 2 (aglomerasi) Malang ya, rayon Malang, saya rasa tidak ada masalah. Jadi kita jangan buat masyarakat jadi resah. Pasuruan masih masuk rayon 2. Itu boleh. Probolinggo juga. Kalau masih lintas antar wilayah rayon 2 masih bisa,” tandas Leonardus. (luc/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar