Politik Pemerintahan

Penjaga Rumah Kaget, Lahan Pemkot Malang di Jalan Jakarta Diklaim Orang

Aset milik Pemkot Malang di Jalan Jakarta, Nomor 36, Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Penjaga rumah di Jalan Jakarta, nomor 36 Penanggungan, Klojen, Kota Malang, Lasmi (57 tahun) kaget aset milik Pemerintah Kota Malang tiba-tiba diklaim oleh orang dengan inisial WN. Padahal aset Pemkot Malang ini disewa oleh Theresia sejak puluhan tahun, keluarga Lasmi diberi mandat Theresia untuk menjaga aset ini sejak tahun 1980 an.

“Tahun 80 an itu jaga rumah sekalian bersih-bersih rumah ini. Terus tahun 2008 itu saya meneruskan bapak untuk menjaga rumah ini. Sampai saat ini,” katq Lasmi, Minggu, 23 Mei 2021.

Lasmi kaget lahan yang dia jaga tiba-tiba di klaim sepihak oleh seseorang berinisial WN. Sejak tahun 2019 dia sering datang ke tempat ini dan mengaku lahan ini miliknya. Barulah pada tahun 2021 inilah dia mulai berani menunjukan bukti Surat Hak Milik (SHM) bersama pengacaranya.

Bahkan pada tanggal 8 Mei 2021 pihak WN memasang papan plakat di depan bangunan ini. Lalu pada tanggal 18 Mei plakatnya dilepas kembali oleh pihak WN. Setelah itu pihak penyewa aset lahan milik Pemkot melaporkan WN ke Polresta Malang Kota karena telah memasuki pekarangan orang dan merusak halaman untuk pemasangan papan plakat.

“Ya saya kaget kok tiba-tiba ada yang mengaku pemilik. Karena setahu saya ini milik Pemkot Malang yang disewa oleh Bu Theresia sudah puluhan tahun sebelum keluarga disuruh jaga lahan ini di tahun 80 an itu. Saya kemarin di panggil polisi jadi saksi pelaporan WN karena memasuki lahan orang dan merusak halaman,” ujar Lasmi.

Sementara itu, Kepala Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subhan menegaskan aset itu milik Pemkot Malang. Dia juga membenarkan, aset itu telah terbit izin pemakaian atas nama Theresia.

“Jalan Jakarta nomor 36, statusnya aset Pemerintah Kota Malang yang terbit izin pemakaian atas nama Ibu Theresia. Yang menggunakan izin pemakaian Theresia. Sewanya sudah lama,” tutur Subhan.

Subhan mengatakan, jika ada orang berinisial WN mengaku sebagai pemilik aset dengan SHM yang dimiliki. Diminta untuk membuktikan keaslian SHM itu. Sebab, seluruh surat menyurat berkaitan dengan lahan atau tanah tercatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Silahkan jika ada yang mengklaim, alasannya apa?. Ini milik Pemkot Malang. Kalau ada yang mengaku punya SHM nomor berapa?. Ini juga sudah dalam penyelidikan kejaksaan,” imbuh Subhan.

Subhan mengatakan, pasca klaim sepihak saat ini tim terpadu yang terdiri dari Pemerintah Kota Malang, Kejaksaan Negeri Kota Malang, dan BPN bergerak melakukan inventarisasi dan sertifikasi. Sebab, ada sekira 8 ribu aset milik Pemkot yang kini sedang dalam proses sertifikasi. Termasuk Jalan Jakarta Nomor 36,

“Tanpa melaporkan, saat ini Kejaksaan sudah bergerak mereka satu tim dengan kita inventarisasi dan sertifikasi itu sedang berjalan, Kejaksaan, BPN dan Pemkot sudah bergerak. Kita punya tim terpadu. Kalau sudah ditangani kejaksaan tidak ke Polres biar tidak dobel penyidikan. Kalau ada yang mengklaim mari kita buktikan di pengadilan,” tandas Subhan. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar