Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pengurus Pusat Berkonflik, GPK Jember Tak Mau Terjebak

Ikbal Wilda Fardana

Jember (beritajatim.com) – Setelah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengalami masalah internal, giliran badan otonom partai itu Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) yang mengalami konflik. Ketua Umum Pimpinan Pusat GPK Farhan Hasal Al Amri menyatakan pengunduran diri pada 12 September 2022.

“Lalu sempat beredar undangan Muktamar Luar Biasa (MLB) GPK yang akan dilaksanakan pada 19 September 2022 di Jakarta. Kemudian pada 17 September, ada surat penundaan dengan berbagai pertimbangan,” kata Ketua Pengurus Cabang GPK Jember Ikbal Wilda Fardana, ditulis Kamis (22/9/2022).

Ikbal lantas menceritakan kronologi konflik di GPK. Menurutnya, setelah Farhan mundur, PP GPK menggelar rapat pengurus harian pada 13 September 2022. Mereka menyepakati Wakil Ketua Umum Imam Fauzan Amir Uskara menjadi pelaksana tugas ketua umum PP GPK. “Lalu disepakati segera menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) PP GPK bersama Pengurus Wilayah GPK seluruh Indonesia,” kata Ikbal.

Rapimnas GPK digelar di Jakarta pada 16 September 2022 dengan dihadiri pengurus harian PP GPK dan 25 PW GPK. Muncul usulan muktamar luar biasa digelar dalam waktu satu kali 24 jam. “Setelah beredar info akan dilaksanakan muktamar luar biasa, di grup WhatsApp GPK seluruh Indonesia, timbul respons dan penolakan dari beberapa PC GPK yang merasa kurang mendapat informasi perkembangan terkini GPK, dan terkesan (MLB) terburu-buru,” kata Ikbal.

Menurut Ikbal, sejumlah pimpinan cabang melayangkan surat protes penolakan MLB ke PP GPK. “Penolakan tersebut antara lain dari PC GPK Kabupaten Bireun, PC GPK Kabupaten Bojonergoro, PC GPK Kota Binjai, PC GPK Kabupaten Jombang, dan PC GPK Kabupaten Pidie Jaya. Dikhawatirkan akan muncul penolakan dari PC-PC GPK lainnya,” katanya.

“Selain itu, setelah mendapat masukan dari DPP PPP terkait situasi konsolidasi internal GPK yang saat ini juga perlu diselaraskan dengan konsolidasi internal DPP PPP, GPK sebagai badan otonom PPP harus memperhatikan syarat-syarat pelaksanaan muktamar luar biasa agar tidak melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga GPK,” kata Ikbal.

Melihat konflik tersebut, Ikbal menyatakan, PC GPK Jember tidak ingin terjebak dengan dinamika di pengurus pusat. “Menurut kami, sesuai visi dan misi GPK, kami tetap menjalankan kegiatan. Efek (konflik) pasti ada, tapi saya kira tidak terlalu signifikan,” katanya.

Menurut Ikbal, banyak pimpinan cabang yang bertanya-tanya soal dinamika di PP. “PC GPK Jember berharap Pimpinan Pusat GPK memberi pembelajaran atau pendidikan politik yang membangun kader-kadernya. Jangan hanya karena kepentingan kemudian terjadi perpecahan yang nanti juga akan menimbulkan tidak solidnya kita pengurus GPK di daerah,” katanya. Sebelum dilaksanakan muktamar luar biasa, Ikbal minta ada sosialisasi terlebih dulu kepada pimpinan cabang. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev