Politik Pemerintahan

Pengurus Pondok Pesantren di Ponorogo dapat Rapid Test Gratis

Pondok Pesantren di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Ponorogo sudah menerima kembali santrinya masuk pada pertengahan tahun ini. Atas kebijakan tersebut, bagi santri dari luar Ponorogo diwajibkan membawa bukti telah mengikuti rapid test dan dinyatakan sehat dari daerah asalnya.

Sedangkan khusus santri yang berasal asli Ponorogo, Pemkab Ponorogo hanya bisa mengurangi biaya rapid test tersebut. Pemkab berdalih anggaran yang terbatas, sehingga tidak bisa membantu rapid test secara gratis. Selain itu jumlah santri di Ponorogo ini mencapai puluhan ribu. Tentu biaya yang dibutuhkan jelas sangat besar.

“Khusus santri yang berasal bumi reyog, santri hanya membeli alat rapid test-nya saja.  Biaya administrasi dan operasional petugas yang merapid ditanggung oleh Pemkab,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Rabu (1/7/2020).

Bantuan pelaksanaan rapid test gratis, kata Ipong hanya diperuntukkan kepada sebagian pengurus, ustadz dan pengasuh ponpes di Ponorogo. Ada sekitar 1600 orang, baik itu pengurus, ustadz dan pengasuh ponpes yang rencananya akan mendapatkan bantuan rapid test gratis.

Selain bantuan rapid test gratis untuk pengurus ponpes, Pemkab Ponorogo juga berencana membantu pengadaan sejumlah sarana untuk menunjang pencegahan Covid-19 di ponpes. Misalnya, membantu pembuatan wastafel dan pemberian hand sanitizer. Ipong juga menyebut akan membantu pemberian masker kepada seluruh santri yang berada di bumi reyog.

“Pelaksanaan rapid test baik santri yang berasal dari Ponorogo maupun para pengurus ponpes bisa dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) milik Pemerintah maupun faskes yang ditunjuk oleh Pemkab Ponorogo,”  pungkasnya. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar