Politik Pemerintahan

Pengungsi Syiah Jemundo Tulis Surat untuk Gubernur

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak delapan ibu-ibu mendatangi Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (13/3/2020). Mereka adalah para pengungsi Syiah Sampang yang selama ini menghuni di Rusun Jemundo Sidoarjo. Mereka ingin mengadu kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Mereka menuliskan sebuah surat.

Ini isi surat pengungsi Syiah Sampang yang ditujukan kepada Gubernur:

Assalamualaikum, kami dari pengungsi Sampang, ingin menemui langsung ke Ibu Gubernur. Kami sudah datang ke kantor, tapi ini Ibu tidak ada. Kami ingin menyampaikan keluh kesah kami selama di pengungsian.

Kalau ada waktu kosong, kami sangat berharap bertemu langsung dengan ibu sekaligus silaturahmi sebagai kepala provinsi. Karena kami ingin kejelasan tentang nasib kami yang sudah mengungsi selama 8 tahun.

Kami harap Ibu bisa menemui kami pada tanggal 14 Maret-20 Maret 2020, menyesuaikan jadwal kosong Ibu Gubernur. Terima kasih. Hormat Kami, Perwakilan Pengungsi Ibu-Ibu Sampang, tertanda Umi Kulsum.

Kedatangan mereka ke Grahadi untuk menanyakan kebenaran kabar relokasi kepada pengungsi Syiah tersebut dari Rusun Jemundo Sidoarjo.

“Kami dengar kabar hendak direlokasi. Tentu kabar itu membuat kami resah dan khawatir. Mau direlokasi ke mana lagi? Kami tetap minta pulang ke Sampang,” kata Umi Kulsum (43), warga Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

Hingga saat ini, dirinya bersama ratusan pengungsi yang lain masih menunggu keadilan dari pemerintah. Dia tetap berharap agar Gubernur Jatim maupun Presiden RI terketuk hatinya dan bisa membantu kejelasan nasib para pengungsi Syiah. “Selama ini, kami dengan keluarga yang ada di Sampang, baik-baik saja, tidak ada masalah. Kami sering berkunjung ke sana,” jelasnya.

Sementara itu, pengungsi Syiah lainnya, Rizkiyatul Fitriyah (33) warga Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang menambahkan, pihaknya berharap bisa segera bertemu dengan Khofifah.

Untuk diketahui, saat ini ada sebanyak 340 orang lebih warga pengungsi Syiah Sampang yang menghuni di Rusun Jemundo Sidoarjo. Mereka diungsikan akibat konflik pada Agustus 2012 silam. Konflik berupa penyerangan dan pembakaran bangunan milik warga Syiah itu mengakibatkan satu orang tewas dan empat orang lainnya kritis. Kemudian, puluhan rumah terbakar. Mereka setiap bulannya juga menerima bantuan jatah hidup (jadup) dari Pemprov Jatim sebesar Rp 709 ribu per bulan. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar