Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Penguatan Manajemen, JGU Deklarasi ‘Good Corporate Governance’

Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu indikasi perusahaan sukses adalah manajemen yang tertata dengan baik. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan komitmen bersama dalam menjunjung integritas. PT Jatim Grha Utama (JGU) menggelar Deklarasi Good Corporate Governance (GCG) melalui penandatanganan tujuh pakta integritas untuk membentuk tatanan manajemen yang ideal.

Tujuh pakta integritas tersebut yaitu Pedoman Tata Kelola Perusahaan, Pedoman Etika Kerja dan Etika Bisnis, Panduan Pelaksanaan Tugas SPI, Piagam (charter) Audit SPI, Pedoman Kepatuhan LHKPN, Pedoman Kerja Dewan Komisaris dan Direksi, Pedoman Pengendalian Gratifikasi penandatanganannya dilakukan kemarin.

Acara yang diikuti 99 orang itu dihadiri Pj Sekdaprov Jawa Timur Wahid Wahyudi. Direktur Utama PT JGU, Mirza Muttaqien mengatakan, deklarasi tersebut merupakan komitmen bersama semua karyawan dan manajemen. Motivasinya adalah untuk mewujudkan sistem dan manajemen yang ideal. “Itu yang sangat dibutuhkan perusahaan agar produktivitas usaha berlangsung dengan baik,” imbuhnya.

Mirza menyatakan deklarasi tersebut bukan hanya formalitas belaka. Semua karyawan dan manajemen akan menjaga semangat deklarasi tersebut. Aktifitas produksi berlangsung sesuai dengan koridor yang sudah disepakati bersama.

PT JGU merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) pemerintah provinsi Jawa Timur. Ada beberapa lini usaha yang dijalankan. Salah satunya perdagangan. Mirza mengatakan deklarasi ini juga dalam rangka mendorong pencapaian pertumbuhan dan kinerja positif perusahaan tersebut. Dengan begitu, kontribusi PT JGU terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Timur bisa meningkat.

Pj Sekdaprov Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan, membangun komitmen bersama sangat penting. Sebab, komitmen bersama akan menguatkan sinergi dan kolaborasi antar kelompok. Strategi ini sangat dibutuhkan perusahaan untuk mewujudkan satu produk industri. “Kami ingin deklarasi ini terus dijaga dan diaplikasikan,” katanya.

Beberapa poin yang patut diperhatikan yakni melakukan pembenahan secara menyeluruh, penguatan Satuan Pengawas Internal (SPI), serta proses rekrutmen SDM yang lebih ketat dengan lebih mengutamakan pada syarat profesional dan integritas. Kemudian, pelaksanaan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala oleh pihak yang berkompeten dan penerapan sistem reward and punishment.

Wahid meyakini bahwa deklarasi tersebut bisa mendorong perusahaan menjadi sehat. Dengan begitu, iklim produksi bisa terwujud. Aktifitas internal manajemen akan semakin solid sehingga mampu meraih pencapaian yang positif.

Wahid juga mengungkapkan bahwa Pakta Integritas merupakan dokumen berisi pernyataan atau janji kepada diri sendiri. Di dalamnya memuat komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang, dan peran sesuai peraturan perundang-undangan. Termasuk kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta praktik suap.

Selain itu, Pakta Integritas juga berisi pernyataan kesanggupan dan kesediaan untuk melaksanakan Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance), Kebijakan Pelaporan Terhadap Pelanggaran (Whistle Blowing System), serta Pedoman Perilaku (Code Of Conduct) dengan sebaik-baiknya. “Ini sangat penting, dan harus dimiliki setiap individu maupun kelompok, utamanya perusahaan,” imbuh Wahid. [tok/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar