Politik Pemerintahan

Penghuni Rutan Tak Bisa Memilih, Ini Penjelasan KPU Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, A. Warits angkat bicara terkait 74 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Sumenep yang disebut-sebut kehilangan hak pilih.

“Sebanyak 74 penghuni rutan itu tidak masuk dalam DPT. Karena itu, mereka tidak mendapatkan C6 atau undangan memilih,” katanya, Rabu (17/4/2019).

Ia mengakui bahwa pihak Rutan pernah menyerahkan nama warga binaan, berikut NIK. Namun sayangnya, penyerahan itu dilakukan setelah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan oleh KPU. “Perekaman KTP elektronik di rutan bagi warga binaan yang belum memiliki e-KTP dilakukan setelah penetapan DPT. Mangkanya mereka tidak bisa masuk ke DPT,” terang Waris.

Ia menjelaskan, sebenarnya bagi warga yang tidak mendapatkan C6 tetap bisa memilih menggunakan KTP, namun di TPS sesuai alamat yang tertera di KTP. “Nah mereka yang ada di rutan ini kan tidak semuanya orang Sumenep. Karena itu, mereka tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” paparnya.

Sebelumnya, 74 dari 312 warga binaan Rutan Sumenep kehilangan hak pilihnya karena tidak tercantum di DPT. Padahal Rutan sudah memberikan pembaruan data jumlah penghuni, lengkap dengan NIK masing-masing warga binaan. Namun ternyata yang tercantum di DPT hanya 235 orang. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar