Politik Pemerintahan

Penghasilan PT ADS Masuk PAD Bojonegoro Sebesar USD 8,33 Juta

Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Lalu M Syahril Majidi.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Lalu M Syahril Majidi mengatakan, setelah dilantik pihaknya akan melakukan beberapa program kerja sesui dengan kesepakatan dalam Rapan Umum Pemegang Saham (RUPS) dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Dari hasil perhitungan hasil pengelolaan participating interest (PI) Blok Cepu, PT ADS menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar USD 8,33 juta. Jumlah tersebut terhitung dari mulai awal menerima PI hingga Desember 2018. PAD Kabupaten Bojonegoro dari PT ADS itu akan masuk dalam APBD-Perubahan. Karena penairannya baru bisa dilakukan Oktober 2020.

“Proses pencairan itu lama, di antaranya risalah hari ini harus disetujui Menkumham dulu dengan batas waktu 60 hari. Setelah itu ada persiapan pencairan selama 5 hari,” jelasnya, Rabu (5/8/2020).

Sementara untuk program kerja, Lalu mengaku akan memprioritaskan yang menjadi kesepakatan dalam RUPS dan rekomendasi yang diberikan BPK. Salah satunya, direksi akan menunjuk akuntan publik terlebih dulu untuk megetahui posisi neraca laba rugi dan arus kas perusahaan. Setelah tahu posisinya, baru akan dilakukan RUPS tahun berikutnya.

“PT ADS mengelola dana yang cukup besar, harus hati-hati dan melibatkan banyak pihak, amanat dari BPK akan menjadi konsen kami salah satunya meningkatkan internal, dan kedepan mungkin kantor yang ada di Bojongoro sebelumnya sepi kedepan akan ada kegiatan,” teragnya.

Salah satu rekomendasi dalam RUPS adalah, PT ADS akan mengelola danaCSR dari keuntungan pengelolaan PI Blok Cepu sebesar satu persen dari laba tahun berjalan. Jumlahnya, pada tahun 2018 diketahui sekitar USD 344 ribu atau 5 miliar pertahun sesuai kurs saat ini. “Kalau keuntungannya meningkat maka CSR ini juga akan tambah nilainya,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, dana CSR tersebut akan digunakan untuk tigas pos anggaran. Yakni untuk penanganan Covid-19, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan mutu pendidikan. “CSR itu akan dikelola untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” ungkapnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar