Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Penggunaan BTT untuk Tangani PMK Masih Dibahas TAPD Magetan

Magetan (beritajatim.com) – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan mengusulkan anggaran Rp1,2 miliar untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini menjangkiti ribuan ternak di Kabupaten Magetan.

Jumlah itu membengkak dari sebelumnya diusulkan Rp500 juta. Rencana dana akan diambil dari anggaran belanja tidak terduga (BTT) non Covid-19. Namun, ada beberapa proses yang panjang sebelum bisa melakukan pencairan.

“Awalnya usulan kami hanya Rp500 juta, mbak. Anggaran itu untuk menyediakan obat dan sarana prasarananya. Tetapi karena perkembangan kasus semakin meningkat, total yang kami ajukan jadi Rp1,2 miliar,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Nur Haryani pada beritajatim.com, Kamis (29/6/2022)

Meski butuh waktu untuk mengajukan perubahan penjabaran APDB 2022, pihaknya kini masih menunggu pembahasan. Pengajuan perubahan sudah dilayangkan ke Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Magetan. Pun, kini masih dalam pencermatan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Jadi masih perlu menunggu lagi nggih. Peruntukannya nanti memang untuk operasional dan pembelian obat. Anggaran yang kami ajukan ini tergolong sedikit, karena ini untuk mengantisipasi banyaknya permintaan obat. Saat ini banyak sekali yang pengadaan, takutnya nanti kalau sudah disiapkan anggaran banyak malah tidak ada obat yang bisa dibeli karena habis,” kata Nur.

Terkait dengan usulan DPRD Magetan untuk mempergunakan dana BTT untuk stimulan bagi peternak, Nur menyebut jika itu akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Artinya, jika anggaran tak cukup, maka stimulan tidak akan jadi prioritas.

“Tapi, smentara masih kami sampaikan hal ini pada pimpinan, sehingga kebijakan lebih lanjut akan ditentukan oleh pimpinan. Tidak menutup kemungkinan jika anggaran nantinya cukup, masih bisa mengcover untuk stimulan peternak,” terangnya.

Untuk diketahui, per 28 Juni 2022 jumlah ternak yang terjangkit PMK sudah mencapai 2.282 kasus, 1.009 ekor sembuh, 16 ekor mati, dan 10 dipotong paksa. [fiq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar