Politik Pemerintahan

Pengetatan PPKM Mikro Diberlakukan di 43 Kabupaten/Kota

PPKM Darurat di Kota Surabaya, Rabu (7/7/2021)

Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di 43 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali diperketat. Pengetatan mulai diberlakukan 6-20 Juli 2021.

“Kami minta kepada gubernur dan bupati kota menjalankan PPKM Mikro secara ketat dan disiplin,” ujar Airlangga dalam jumpa persamaan secara daring bertema “Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali, Pemerintah Memperketat PPKM Mikro dan Menegakkan Kedisiplinan Masyarakat”, secara virtual di Jakarta, Rabu (7/7).

Ke-43 Kabupaten/Kota yang dimaksud adalah Kota Banda dan Aceh Aceh (Aceh), Kota Bengkulu (Bengkulu), Kota Jambi (Jambi), Pontianak dan Singkawang (Kalimantan Barat), Palangkaraya, Lamandau, dan Sukamara (Kalimantan Tengah), Berau, Balikpapan, dan Bontang (Kalimantan Timur), dan Bulungan (Kalimantan Utara). Kemudian Bintan, Batam, Tanjung Pinang, dan Natuna (Kepulauan Riau), Kota Bandar Lampung dan Kota Metro (Lampung), Kpulauan Aru danb Kota Ambon (Maluku), Kota Mataram, Lembata, dan Nagekeo (NTT), Boven Digul dan Kota Jayapura (Papua), Fak Fak, Sorong, Manokwari, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama (Papua Barat).

Selanjutnya Kota Pekanbaru (Riau), Kota Palu (Sulawesi Tengah), Kendari (Sulawesi Tenggara), Manado dan Tomohon (Sulawesi Utara), Bukittinggi, Padang, Padang Panjang, dan Solok (Sumatera Barat), Lubuk Linggau dan Palembang (Sumatera Selatan), dan Medan dan Sibolga (Sumatera Utara).

Airlangga juga menegaskan, Pemerintah Pusat juga mendorong setiap daerah mematuhi standar pengetesan (testing) Covid-19 dari WHO. Pada PPKM Mikro ini, target jumlah minimal testing harian sudah ditetapkan, jadi tidak ada daerah yang (nanti) mengurangi jumlah testing untuk menekan positivity rate-nya. “Selain itu juga harus dimonitor kontak erat (tracing), karena varian delta ini menyebar lebih cepat,” katanya

Menurutnya, testing perlu ditingkatkan sesuai tingkat positivity rate mingguan, dengan target positivity rate di bawah 10%. Misalnya Kota Banda Aceh dengan positivity rate 49,36 per minggu, maka target jumlah tesnya adalah 592 per hari, demikian juga misalnya di Kota Bandar Lampung dengan positivity rate 41,56 per minggu, maka target jumlah tes 2.333 per hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di luar Pulau Jawa-Bali, Pemerintah juga terus meminta kepada Pemerintah Daerah agar meningkatkan kapasitas RS khusus Covid-19 menjadi 40%. “Sekarang ini secara nasional rata-rata TT di RS untuk Covid-19 sebesar 28% dari kapasitas. Untuk di Jawa-Bali rata-rata 31% dan di Luar Jawa-Bali 19% dari kapasitasnya, sehingga sekarang didorong untuk mencapai target Kemenkes agar dinaikkan ke 40% dari kapasitas, sekaligus ditingkatkan kesiapan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan peralatan kesehatannya,” ujar Menko Airlangga.

Untuk mendukung pelaksanaan pengetatan PPKM Mikro di luar Jawa dan Bali dan PPKM Darurat di Jawa-Bali, dia memastikan, pemerintah akan memberikan bantuan beras masing-masing 10 kg kepada 20 juta penduduk.

Di mana 10 juta akan disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan 10 juta kepada penerima Bantuan Sosial Tunai (BST). “Nantinya, program ini akan dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial dan BULOG,” ujarnya. (kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar